PBB Terpecah, Yusril Harus Tentukan Pilihan

oleh -
PBB Terpecah, Yusril Harus Tentukan Pilihan

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut, secara kalkulasi politik Partai Bulan Bintang (PBB) disarankan lebih memilih kubu Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Pasalnya, aliran dukungan kader partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu sangat besar untuk perubahan kepemimpinan.

“PBB lebih menguntungkan ke Prabowo karena banyak kader di bawah yang ingin ganti presiden. Apalagi irisan keislaman PBB lebih kanan dan lebih dekat ke komunitas 212,” kata Adi saat dihubungi, Selasa (25/12).

Adi berpendapat, suasana batin politik PBB dinilainya juga lebih condong ke kubu oposisi pemerintah. Sehingga untuk menjaga suara dari konstituen di pemilu 2019 mendatang, maka PBB sebaiknya harus di jalur oposisi.

“Cara memagari kader PBB di bawah tentu dengan tetap menjadi oposan. PBB ke Jokowi untung dikit, tapi rugi banyak,” katanya.

Tak hanya itu, Adi menyatakan, perbedaan dukungan internal PBB di pilpres juga akan berimbas besar pada perolehan suara PBB. Karena itu, dia menyarankan partai hijau itu tak boleh salah menentukan arah politik.

“Berat bagi PBB untuk lolos ke Senayan dengan kondisi terbelah. Partai ini sedang dalam turbulensi besar. Padahal, kalau tetap jadi oposan PBB cukup leading elektabilitasnya, terutama dukungan dari kalangan Islam,” terangnya.

Diberitakan sebulumnya, dalam rapat majelis tinggi PBB menjatuhkan pilihan dukungan Pilpres ke pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun sampai saat ini, Yusril masih belum memutuskan apakah mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin atau Prabowo-Sandi.

Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Ferry Noer mengatakan di internal partainya belum ada keputusan dukungan di berikan ke pasangan capres-cawapres mana. Kalaupun ada perbedaan dukungan itu adalah wajar dalam partai politik.

‎”Biarkan saja ini kan dinamika politik. Sampai sekarang PBB. Karena PBB calegnya ada yang dukung Joko Widodo ada juga dukung Prabowo,” ujar Ferry.

Struktur 34 DPW PPB sudah memberikan kewenangan kepada Yusril Ihza Mahendra sebagai ketua umum untuk memutuskan dukungan Pilpres 2019 mendatang. Apapun keputusan ketum dan DPP, semua kader akan mengikuti. Tapi tetap ketum dan DPP akan rakornas dulu mendengarkan aspirasi DPC. Sampai saat ini partai bernuansa hijau ini juga sedang fokus dalam pencalegan kader. Karena PBB ingin juga kadernya lolos parlementary treshold di Pemilu 2019 mendatang.

Tdengan demikian, teka-teki dukungan PBB di pilpres 2019 masih menjadi misteri. Meskipun ketua umumnya Yusril masuk dalam tim pengacara Jokowi-Ma’ruf, namun sudah banyak kader PBB yang telah menyatakan dukungan ke salah satu paslon.

Calon anggota DPR dari Partai Bulan Bintang (PBB) Ahmad Yani sempat membocorkan perkiraan arah dukungan partainya di pilpres 2019 mendatang. Dia bilang, rapat majelis syuro PBB diklaim telah bulat untuk mendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (gwn/JPC)

CAPTION

TENTUKAN SIKAP : Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra diminta segera menyatakan sikap kembali mendukung Prabowo di Pilpres 2019. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)