Terminal di Bandung Mulai Padat Penumpang

oleh -

BANDUNG – Jelang tahun baru seluruh terminal di Kota Bandung bersiap untuk kedatangan penumpukan kendaran, tanpa terkecuali Terminal Cicaheum yang sudah disibukan sejak sebelum Libur cuti bersama dan libur natal.

Kepala Terminal Cicaheum Kota Bandung Roni Hermanto mengatakan, arus mudik tidak hanya dirasakan pada saat cuti bersama dan tahun baru, justru mulai terasa semenjak Jumat (21/12) terutama dirasakan di beberapa jalur di luar Kota Bandung.

Sebagai persiapan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa armada bus untuk para penumpang yang hendak berlibur ataupun pulang ke kampung halaman di luar provinsi ataupun antar kota.

“Terminal cicaheum siapkan total armada 188 unit dimana dari total tersebut masih di bagi masing-masing jalur,”kata Roni saat dihubungi, Selasa (25/12).

Dalam pembagianya, pihaknya membagi khusus untuk dalam provinsi (AKDP) terdiri dari 96 unit, sedangkan antar kota antar provinsi (AKAP) terdiri 82 unit. Pembagian tersebut ia rasa sudah di perhitungkan dengan jajaranya.

Sedangkan untuk arus-arus yang akan terjadi penumpukan, menurutnya akan terjadi pada waktu-waktu mendekati tahun baru, mengingat saat ini masih belum ada penumpukan untuk di dalam kota Bandung sendiri.

“Kalau saat ini dalam kota kemacetan belum begitu, tapi di luar kota terutama jalaur selatan jalur nangreg sudah terlihat,”ungkapnya.

Ia menambahkan, kepada para penumpang tidak perlu khawatir masalah supir bus dan kondekturnya, pihaknya merasa untuk masalah kondektur dan supir sudah sering dilakukan tes urin dan kendaran dari berbagai macam Perusahan Otobus (PO) pun sudah sering di ram cek.

“Ram cek sudah kami cek tiap hari tes urin juga sudah dilaksanakan, sehingga keluhan tidak ada. Lancar,”jelasnya.

Permasalahan kesehatan seperti ditemukan supir dengan glukosa tinggi dan hipertensi, pihaknya meminta PO bus untuk sementara tidak di izinkan untuk membawa bus dan penupang teelebih dahulu.

“Kalau ditemukan supir dengan glukosa tinggi dan hipertensi kami tidak perbolehkan bawa kendaran jauh termasuk dalam kota,”pungkasnya.

Di sisi lain, arus balik libur Natal mulai memadati jalan tol menuju Jakarta pada hari ini, Selasa (25/12). Hal ini otomatis menyebabkan peningkatan kebutuhan BBM jenis Gasoil (bahan bakar mesin diesel) dan gasoline (bahan bakar mesin bensin).

Berdasarkan pengamatan data satgas Pertamina hari ini, peningkatan gasoline mencapai rata-rata sekitar 10 persen. Beberapa yag mengalami peningkatan yakni BBM jenis Pertamax.

VP Corporate Communications Pertamina Adiatma Sardjito menjelaskan, peningkatan Pertamax sesuai dengan prediksi awal.

“Konsumen memilih Pertamax karena beberapa pertimbangan antara kesesuaian dengan spesifikasi mesin dan efisiensi penggunaan bahan bakar,” ujar Adiatma.

Peningkatan juga terjadi pada jenis gasoil atau bahan bakar mesin diesel. Selain itu, Pertamina Dex juga meningkat konsumsinya sebesar 9 persen.

“Pertamina Dex ini bahan bakar untuk kendaraan bermotor dengan mesin diesel modern. Saat ini, banyak konsumen yang menggunakan SUV mesin diesel keluaran terbaru yang spesifikasi mesinnya membutuhkan bahan bakar diesel dengan cetana number 53 yang memiliki performa lebih tinggi,” jelas dia.

Pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2018 ini Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi BBM akan terjadi pada sekitar 27, 29, dan 31 Desember 2018 dan akan kembali terjadi pada 5 Januari 2018.

Mengantisipasi hal tersebut, Pertamina menyiagakan seluruh sumber daya layana retailnya dan menjaga ketersediaan stok BBM dalam posisi aman.(azs/chi/jpnn)