Jabar Bebas Caleg Eks Koruptor

oleh -
Ilustrasi

Komisioner KPU Ilham Saputra menjelaskan, publikasi caleg eks koruptor tidak hanya dilakukan melalui rilis di media massa. ‘

‘Kami tetap akan mengumumkan hasil dari verifikasi kami via website,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan menyosialisasikan itu kepada jajaran KPU di daerah. Dalam pengumuman di website, hanya akan ada beberapa informasi utama. Yakni, nama, partai pengusung, serta daerah pemilihan.

Juga akan diupayakan untuk mencantumkan perkara yang pernah menjerat mereka. Hal pribadi terkait caleg tidak akan dipublikasikan.

”Prinsipnya, kami menyosialisasikan kepada masyarakat, ini lho calon-calon (legislatif) mantan napi koruptor ada dalam list calon kami,” lanjut komisioner dengan ciri khas kepala plontos itu.

Setelah nama-nama tersebut dipublikasikan, masyarakat dipersilakan menilai sendiri apakah akan memilih mereka atau tidak.

Dengan diumumkannya para caleg mantan koruptor, KPU menyatakan urung memublikasikan kandidat yang pernah menjadi terpidana kasus lainnya. ”Kami akan coba klarifikasi lagi apakah masih ada partai-partai yang mencalonkan mereka,” tuturnya.

Sebab, beberapa partai sudah menarik caleg yang pernah menjadi mantan terpidana nonkorupsi.

Dia berjanji bakal memublikasikan juga caleg mantan napi kasus nonkorupsi bila datanya dinyatakan valid. Baik dari sisi jumlah maupun identitas. Mereka akan diperlakukan sama dengan eks koruptor.

Tidak akan ditandai, namun hanya dipublikasikan agar masyarakat tahu latar belakang calon wakil mereka di legislatif.

Ilham menjelaskan, KPU memiliki dasar untuk memublikasikan nama para mantan koruptor dan eks napi lainnya. Yakni, pasal 182 dan 240 UU 7/2017 tentang Pemilu.

Dalam pasal tersebut, tertera persyaratan pencalonan bagi para mantan terpidana yang diancam dengan pidana penjara di atas lima tahun.

Syaratnya ialah mengumumkan status mereka sebagai mantan terpidana kepada publik. Bila statusnya tidak dipublikasikan, mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat. ‘

‘Kami berinisiatif (ikut memublikasikan) agar masyarakat mengetahui calon-calonnya,” tutur mantan wakil ketua komisi independen pemilihan Aceh itu.

Tentang Penulis: FES

Gambar Gravatar
Professional player, the news media team at Digital Radar Bandung, Jawa Pos group. ▪ Also part of the Team in Pojoksatu Bandung from Radar Bogor.