‘Bye-Bye Plastic Bags’ Hilangkan Penggunaan Plastik

oleh -
Melati Wijsen, wanita asal Belanda yang menetap di Bali berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi berkat kampanye 'Bye-Bye Plastic Bags' yang sekarang sudah mendunia. (NUR FIDHIAH SHABRINA/RADAR BANDUNG)

Hampir satu setengah tahun keduanya berjuang agar bisa mendapat perhatian gubernur, akhirnya mereka melakukan aksi mogok makan yang terinspirasi setelah melakukan kunjungan ke rumah Mahatma Gandhi di India. Karena masih dibawah umur, aksi mereka diawasi ahli gizi dan dilakukan saat matahari terbit hingga tenggelam.

Rupanya aksi tersebut menarik perhatian Mangku Pastika, esoknya mereka berhasil bertemu dan menandatangani nota kesepahaman untuk mewujudkan Bali tanpa kantong plastik pada Januari 2018.

Efek dari penandatanganan tersebut berpengaruh secara global, sekira ada 13 negara yang mengikuti kampanye tersebut. Tiga bulan kemudian, BBPM melebarkan sayapnya ke Jakarta dan berhasil berhasil melibatkan sekitar 12 ribu orang relawan untuk mengumpulkan 40 ton sampah di seluruh pantai di pulau Bali pada Februari 2017 dalam acara yang bertajuk One Island One Voice.

“Gak nyangka kampanye ini akan membesar. Waktu ada undangan dari PBB, itu keren sekali untuk anak muda dari Bali dan membuktikan suara anak muda masih didengar oleh pemerintah,” sambungnya.

Berbagai penghargaan berhasil diraih Melati dan Isabel, salah satunya Penghargaan Bambi di Berlin. Ini merupakan ajang bergengsi di Jerman yang mana setiap tahunnya penghargaan tersebut memilih insan-insan inspiratif bagi warga Jerman bahkan dunia.

Reporter: Nur Fidhiah Shabrina

Tentang Penulis: FES

Gambar Gravatar
Professional player, the news media team at Digital Radar Bandung, Jawa Pos group. ▪ Also part of the Team in Pojoksatu Bandung from Radar Bogor.