Pemkot Bandung Bagikan Ribuan Bibit Tanaman

oleh -
pemkot

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bagikan
5.850 bibit tanaman ke warga. Bibit yang dibagikan berupa tanaman hias dan sayuran konsumsi.

Walikota Bandung, Oded M Danial mengatakan, pembagian bibit tanaman tersebut merupakan acara Bandung Agri Market (BAM). Antusias masyarakat yang datang membuktikan bahwa masyarakat punya minat lebih dibidang bercocok tanam walaupun dengan lahan yang sangat terbatas.

“Sekarang masyarakat sangat tertarik dengan bercocok tanam ala urban farming. Mudah-mudahan pembagian bibit ini bisa membantu,” ucap Oded, Minggu (28/4/2019).

Kata Oded, pembagian bibit tanaman tersebut gratis. Ribuan orang berbondong-berbondong datang dan rela antre dari pukul 06.00 WIB.

“Banyak masyarakat yang antusias mengikuti acara BAM ini. Mereka rela mengantre, meminta bibit tanaman gratis dari jam 06.00,” sambungnya.

Oded mengatakan, melihat tingginya animo masyarakat Pemkot Bandung harus memfasilitasi minat masyarakat tersebut. Terlebih, lanjut Oded, sekarang hasil urban farming dari kampung berkebun bisa dinikmati bukan anya untuk prbadi, melainkan punya nilai ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Elly Waslia mengatakan, pihaknya akan menambah agenda gelaran BAM.

“Biasanya dalam setahun kita menggelar BAM dua kali. Sekarang sesuai arahan Pak Walikota, akan kami gelar setahun tiga kali,” tutur Elly.

Elly menjelaskan, dalam acara BAM kali ini dibagikan, 3600 bibit pohon. 200 bibit sayuran dan tanaman hias. 200 polibag terong. 300 polibag stroberi. 250 bibit anggrek bulan. 300 jahe merah. 100 pot anglomena. 200 polibag bibit pisang kavendis. 200 telur puyuh. 500 kantong bibit ikan hias dan ikan konsumsi.

“Sebenarnya selain di acara BAM ini, kami juga menyebar bibit pohon ke kewilayahan sebanyak 10 ribu, atas permintaan camat atau lurah,” katanya.

Acara BAM ini lanjut Elly, menghadirkan perwakilan dari RW-RW di Kota Bandung yang memiliki kampung berkebun. Meski yang ditampilkan tidak di semua RW, menurut Elly dalam sekali gelaran BAM pihaknya hanya menyediakan 34 stan.

“Jadi hasil kampung berkebun bisa dijual juga di acara ini,” pungkasnya.

(mur)