Nama Haidar Alwi Direkomdasikan jadi Menteri BUMN

oleh -
dok

RADARBANDUNG.ID, JAKARTA– Penanggung Aliansi Relawan Jokowi (ARJ), R. Haidar Alwi diusulkan masuk dalam Kabinet Indonesia Kerja Jilid II. Haidar didorong sebagai Menteri Badan Usaa Milik Negara (BUMN) dalam pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – KH Ma’ruf Amin.

ketua umum JPKP RI ,A Ferry Gunawan menyatakan, dukungan kepada Haidar Alwi karena gebrakan saat menjabat sebagai Penanggung Jawab ARJ.

“Sehubungan dengan pernyataan dari Pak Jokowi bahwa partai politik dan relawan dipersilakan memberi usulan calon menteri, maka saya dan berbavai organisasi yang yang saat ini berada di bawah ARJ sekitar 800 Ketum Organ  di ARJ akan memberikan dukungan dan mengusulkan Bapak R. Haidar Alwi sebagai menteri BUMN,” kata A Ferry Gunawan melalui siaran berita yang diterima Radar Bandung, Minggu (28/7/2019).

JPKP RI menanggap Haidar Alwi sebagai sosok yang pas untuk menjabat Menteri BUMN setelah melihat gebrakannya yang terus fokus dan konsisten bicara bahaya radikalisme dan intoleransi.

Apalagi menurut Ferry berdasarkan survei terbaru sebagian besar ASN dan BUMN sudah terpapar paham radikalisme. Menurut Ferry, ini sangat berbahaya untuk negeri ini. Untuk itu Aidil menganggap sosok Haidar Alwi mampu memberantas radikalisme dan intoleransi di tubuh ASN dan BUMN.

“Sosok calon pembantu presiden dan wakil presiden dalam Kabinet Indonesia Kerja II ini harus berani, punya integritas, kapabilitas, mampu menjawab tantangan zaman (progresif), nasionalis, berdedikasi, loyal serta setia kepada ideologi Pancasila dan NKRI,” ujarnya.

Ia menilai, Haidar Alwi sebagai sosok terbaik yang mampu membuat banyak perubahan di Kementerian BUMN khususnya terkait masalah radikalisme dan intoleransi.

“Haidar sosok yang tegas, berani, loyal dan setia kepada Pancasila dan NKRI. Apalagi selama ini terlihat aktif bicara tentang bahaya radikalisme dan intoleransi dimana-mana selain mempertimbangkan leadership, kecepatan gerak, kemampuan mengambil risiko, kemampuan manajerialnya,” tegas Ferry.

Editor: Nida Khairiyyah