Pemerintah Belum Tetapkan Status Siaga Kekeringan

oleh -
siaga kekeringan
ILUSTRASI : Warga mengambil air di Sungai Citarik yang mengalami kekeringan di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Foto : ( TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG )

RADARBANDUNG.id, CIMAHI – Sebanyak 12 RW di 8 Kelurahan di Kota Cimahi alami kekeringan. Diprediksi jumlahnya akan bertambah seiring mendekati puncak musim kemarau yang jatuh pada akhir Agustus.

Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi belum menetapkan status siaga kekeringan.

“Catatan kekeringan dan permohonan air sudah ada. Sampai saat ini 8 kelurahan, 12 RW yang tercatat di kami,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Nanang

Nanang menambahkan, wilayah kekeringan hampir merata di tiga kecamatan. Namun wilayah Cimahi bagian selatan dinilai paling mendominasi.

Sementara, penetapan status siaga bencana, menurutnya, harus melalui rapat antar sejumlah pihak. Rapat terkait penetapan status kekeringan di Cimahi, akan digelar hari Rabu depan.

“Status siaga belum. Insyaallah kami akan menyelenggarakan terlebih dahulu rapat antar OPD yang ada di pemerintahan pemerintah Kota Cimahi,” ujarnya.

Sampai akhir Juli ini, Nanang mengaku, pihaknya sudah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 360 liter bagi wilayah kekeringan.

“Kalau satu RW 4 rit. Jadi sekitar 20 ribu liter satu lokasi. Seluruhnya hampir 360 ribu liter,” paparnya

(net/gat)