IRM Dituntut 8 Tahun Bui

oleh -
irm
SIDANG: Bupati Cianjur non aktif, Irvan Rivano Muchtar saat menjalani sidang lanjutan kasus pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan R.E. Martadinata, Kota Bandung, Senin (17/6/2019). Foto : ( TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG )

RADARBANDUNG.id,BANDUNG – Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar (IRM) dituntut delapan tahun bui dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. IRM terbukti melakukan tindak pidana korupsi DAK Kabupaten Cianjur dengan kerugian negara sebesar Rp6,9 miliar.

JPU KPK, Ali Fikri mengatakan, Irvan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi DAK pada tahun anggaran 2018 dengan modus memotong dana tersebut sebesar 7 persen dari 137 SMP di Kabupaten Cianjur.

“Selain itu Irvan dikenai tambahan uang pengganti 900 juta, jika tidak dibayar diganti dua tahun penjara serta pencabutan hak politik lima tahun,” ujar Ali dalam sidang tuntutan di ruang sidang tipikor PN Bandung, Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (5/8/2019).

Ali juga menegaskan, apa yang sudah dilakukan Irvan di bidang pendidikan telah melanggar hak asasi manusia karena bisa menurunkan kualitas pendidikan di Kabupaten Cianjur.

“Tindak pidana korupsi ini melanggar hak asasi peserta didik. Peserta didik tidak mendapatkan hak pendidikan berkualitas, tidak mendapatkan teladan tenaga pendidikan,” katanya.

Irvan bersama terdakwa lainnya didakwa dalam pasal 12 huruf e Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Kemudian pasal 12, huruf Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto pasal 64 ayat (1)KUHPidana.

Sedangkan untuk, kaka Ipar Irvan, Tubagus Cepy, JPU KPK memberikan hukuman lebih ringan satu tahun. Kemudian dikenakan denda lebih ringan dari Irvan, yakni 700 juta.

“Cepy di tuntut kurungan penjara selama tujuh tahun dengan denda 500 juta, subsider enam bulan dan tambahan, Rp309 juta, jika tidak dibayar diganti dengan kurungan penjara 1,5 tahun,”kata Ali.

Ali menjelaskan, kedua tersangka baik Irvan maupun Cepy diberikan hukuman lebih berat lantaran ada beberapa hal yang memberatkan, seperti tidak terbuka dalam persidangan dan banyak fakta persidangan tidak sesuai dakwaan.

“Selain itu tersangka juga mencederai dunia pendidikan sekaligus terdakwa tidak mengakui perbuatannya,”jelasnya.

Sedangkan, terdakwa Cecep Sobandi dan Rosidin, dikenakan tuntutan hukuman lebih ringan dibanding Irvan dan Cepy. Cecep dikenakan tuntutan hukuman kurungan penjara empat tahun dengan denda Rp300 juta.

“Cecep dikenakan empat tahun penjara dengan denda 300 juta subsider enam bulan serta tambahan pengganti 29 juta, jika tidak dibayar diganti dengan penjara enam bulan,”jelasnya.

“Hal yang meringankan Cecep, karena berterus terang dan mengakui kesalahanya dan terdakwa mengembalikan aset negara,”kata Ali

Lebih lanjut, Ali menjelaskan, untuk terdakwa Rosidin, dikenai hukuman lima tahun penjara serta denda Rp300 juta dengan subsidair enam bulan kurungan dan hukuman tambahan membayar Rp844 juta. Jika tidak dibayar digantikan dengan penjara dua tahun.

“Hal yang memberatkan untuk Rosyidin, tidak berikan contoh yang baik bagi anak didik Kabupaten Cianjur,”kata Ali.

Irfan yang ditemui usai persidangan, tidak menjelaskan lebih gamblang bahwa ia menerima tuntutan tersebut, Irvan hanya mengaku akan terima-terima saja semua tuntutan tersebut.

“Saya terima-terima saja, nanti diobrolkan bersama kuasa hukum,”pungkasnya.(azs)

DATA FAKTA TUNTUTAN
* Irvan Rivano Muchtar
– 8 tahun penjara
– Denda 500juta subsider 6 bulan
* Tambahan
– Uang pengganti Rp900 juta, jika tidak dibayar diganti 2 tahun penjara
pencabutan hak politik 5 tahun

* Cecep Sobandi
– 4 tahun penjara
– Denda Rp300 juta, subsider 6 bulan
*Tambahan
– Uang pengganti Rp29 juta, jika tidak penjara 6 bulan

* Rosidin
– 5 tahun penjara
– Denda Rp300 juta, subsider 6 bulan
*Tambahan
– Uang pengganti Rp844 juta, jika tidak dibayar penjara 2 tahun

* Tubagus Cepy
– 7 tahun penjara
– Denda Rp500 juta, subsider 6 bulan
*Tambahan
– Uang pengganti Rp309 juta, jika tidak penjara 1,5 tahun