Balita Penderita Tumor Mata Butuh Bantuan

oleh -
tumor mata
BUTUH BANTUAN : Balita penderita tumor mata Alika Syaqila Ramadhani digendong sang ibu, Wiwik Wihari di Dusun Sarwijan Rt.15/04 Desa Pamanukan Hilir, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Senin (2/9/2019). Foto : ( M.ANWAR/RADAR BANDUNG )

RADARBANDUNG.id, SUBANG – Seorang balita penderita tumor mata Alika Syaqila Ramadhani 3,5 tahun hingga saat ini belum mendapatkan perawatan karena orang tuanya memiliki keterbatasan ekonomi, sehingga makin lama penyakitnya bertambah parah.

Balita malang warga Dusun Sarwijan Rt.15/04 Desa Pamanukan Hilir, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, kerapa menangis karena menahan menahan rasa sakit akibat kanker mata yang dideritanya.

Kedua orangtuanya Rahman bekerja serabutan petani suruhan dan kuli. Sedangkan ibunya Wiwik Wihari hanya seorang ibu rumah tangga.

Wiwik Wihari menururkan, sejak setahun lalu dimata anaknya, muncul bintik merah di bagian kelopak mata kanannya. Saat itu, sang ibu tidak merasa panik karena bintik merah yang muncul di kira gigitan nyamuk, sebab tidak terdapat benjolan. Namun dari hari ke hari semakin membesar

“Sejak setahun lalu mengalami mengalami tumor mata dengan kondisi mata kanan menonjol keluar dan sejauh ini belum mendapatkan pertolongan medis akibat dirinya terkendala dengan  biaya pengobatan” ujar Wiwik Senin, (2/9/2019).

Menurut Wiwik kondisi mata Alika yang tidak normal, membuat anaknya tak bisa beraktivitas normal layaknya anak-anak seusianya. “Saat ini, Alika hanya bisa diam dirumah tak bisa beraktivitas seperti anak anak seusianya yang biasa bermain,” ucap Wiwik.

Meliat kondisi buah hatiinya itu Wiwik dan sang suami Rahman hanya bisa berharap ada pihak yang bisa memberi bantuan baik dari pemerintah maupun para dermawan untuk membantu biaya pengobatan anaknya

“Saya hanya bisa pasarah Pak, semoga saja penerintah dan dermawan bisa membantu  dan memberikan bantuan biaya pengobatan untuk kesembuhan Alika.Harapannya,  Alika bisa memiliki mata normal kembali seperti anak seusianya” harapnya .

(anr)