Museum Bandung “Ngaret” Bayar Hutang

oleh -
hutang
PAMERAN: Pengunjung mengamati karya dalam pameran seni rupa yang ngusung tema "Bebaskeun" di Museum Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, Kamis (22/8/2019). Foto : ( TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG )

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sedang mencari jalan penyelesaian terkait masalah yang membelit Museum Bandung. Pasalnya, hingga kini hutang-piutang antara tim museum dengan vendor tak kunjung selesai hampir dua tahun lamanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menjelaskan, sebenarnya Pemkot Bandung tak ada kaitan dengan masalah utang-piutang antara pihak ketiga dengan vendor.

“Untuk masalah pembangunan yang belum diselesaikan antara pihak ketiga kepada vendor, itu bukan tanggungjawab kami,” ujar Ema, Selasa (3/9/2019).

Ema melanjutkan, pengerjaan oleh pihak ketiga kepada vendor tidak menggunakan dana APBD. Artinya, kata Ema, jangan sampai diposisikan bahwa masalah yang saat ini timbul ke permukaan merupakan hutang Pemkot Bandung.

“Jangan di posisikan kami (Pemkot Bandung) yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Meski demikian, Ema mengaku akan membantu agar ada titik temu antara pihak ketiga dengan vendor untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Ya bagaimanapun juga menyangkut aset kita, jadi saya rasa perlu membantu menyelesaikan masalah ini,” terang Ema.

Seperti diketahui, salah satu vendor pembangunan museum Kota Bandung mengeluhkan pembayaran yang belum diselesaikan.
Sudah dua tahun berlalu, Museum Bandung masih sisakan hutang Rp575 juta.

“Nilai yang belum terbayarkan itu cukup besar,” ujar salah satu vendor, Chafid Yoedawinata,
Chafid mengatakan, sebagai penyedia jasa, tentu nilai itu sangat berarti. Menurutnya, dari nilai total pekerjaan Rp 906 juta masih ada sisa tunggakan sebesar Rp575 juta.

“Saat ini Museum Bandung terus beroperasi secara normal, seakan tidak ada masalah. Makanya saya khawatir jika persoalan ini dianggap remeh,” tutur Chafid.

(mur)