Gagal Panen Gegara Abu Vulkanik

oleh -
gagal panen
MENJELASKAN : Kepala Desa Cikole, Jajang Ruhiyat menjelaskan tentang keluhan peltani yang gagal panen akibat abu vulkanik di Lembang, Rabu (4/9/2019). Foto : ( MOCH.HABIBI/RADAR BANDUNG )

RADARBANDUNG.id, LEMBANG – Sebagian lahan pertanian di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat terdampak abu vulkanik Gunung Tangkubanparahu. Akibatnya, tanaman yang terkena abu tidak bisa dipanen secara maksimal.

“Sebagian besar petani sekarang sedang menanam kol, tomat dan cabai, dimana tanamannya cenderung mengering akibat sering terkena abu vulkanik yang terbawa angin,” kata Kepala Desa Cikole, Jajang Ruhiyat di Lembang, Rabu (4/9/2019).

Jajang mengatakan, lokasi kampung Cikole memang paling dekat dengan gunung yang menyerupai perahu terbalik tersebut. Kata Jajang, kebanyakan tanaman yang terkena abu vulkanik merupakan tanaman hortikultura yang berada di Kampung Cibedug.

Meski tak sampai membuat tanaman mati, namun hasil panen tidak akan maksimal. Selain dipengaruhi faktor musim kemarau dipercaya dengan hujan abu yang kerap menimpa kampung tersebut. “Seperti buah kol yang mengering karena kerap terkena abu dan kena sengatan panas matahari,” ucapnya.

Jajang menjelaskan, selain berdampak pada tanaman sayuran, abu vulkanik tersebut mengakibatkan sekitar 1.500 warga Cikole yang berdagang di Taman Wisata Alam (TWA) Tangkubanparahu menganggur.

“Saya berharap ada bantuan dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten bagi pedagang di Tangkubanparahu. Seperti kejadian erupsi beberapa tahun lalu, pedagang mendapat bantuan uang dan beras. Bagaimana pun juga mereka layak mendapat bantuan, karena ini kejadian bencana alam yang berdampak pada manusia,” ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, karena Desa Cikole wilayahnya paling dekat dengan Gunung Tangkubanparahu, sudah dibuatkan jalur evakuasi jika sampai gunung itu meletus sampai memuntahkan lahar.

Di Kampung Cibedug jalur evakuasi berada di RW  8,9 dan 10. Di Kampung Cikole Atas di RW 6 dan 7, serta Pasar Ahad di RW 2. Ia berharap kepada BPBD Kabupaten Bandung Barat dan Provinsi Jawa Barat maupun Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) agar kembali pelatihan mitigasi bagi warga Desa Cikole.

“Dulu pernah ada pelatihan mitigasi, tapi mungkin sebagian sudah lupa. Saya berharap pemerintah kembali melaksanakn pelatihan sejenis, biar masyarakat sini memahami apa yang harus dilakukan manakala Gunung Tangkubanparahu meletus,” tandasnya.

(bie)