Kembangkan Potensi Ekonomi Sektor Pertanian

oleh -
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, memetik langsung hasil tanam dari petani, di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Rabu (26/2/2020).

RADARBANDUNG.id, – Kembangkan Potensi Ekonomi Sektor PertanianPOTENSI ekonomi pada sektor pertanian di Kabupaten Bandung Barat cukup menjanjikan. Terlebih sebagian besar wilayahnya menghasilkan komoditi sayuran dengan kualitas yang mampu bersaing di pasaran lokal bahkan internasional.

Mengingat hal itu, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna berencana menjadikan sektor pertanian sebagai mata pencaharian, bagi generasi millenial di Kabupaten Bandung Barat. Terlebih, 30 persen penduduk KBB didominasi oleh usia muda dan 25 persen diantaranya berpotensi menjadi seorang petani moderen.

Umbara mengatakan, menjadi seorang petani merupakan profesi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, jika bertani ditekuni dengan serius, tidak menutup kemungkinan menjadi profesi yang menjanjikan dari sisi ekonomi.

“Mayoritas petani di Kabupaten Bandung Barat sudah berhasil, karena dari dulu sabagian besar penduduk Kabupaten Bandung Barat menekuni usaha sebagai seorang petani,” kata Umbara saat ditemui usai kegiatan Petani “NGABATI” (Ngariung Bareng Bupati) di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Rabu (26/2).

Keberadaan Pemerintah Daerah di lingkungan petani, kata Umbara, setidaknya memberikan dorongan moril yang lebih bagi para petani. Lebih jauh dari itu, pembekalan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan teknologi pertanian merupakan modal yang paling utama untuk mengembangkan sektor tersebut di Kabupaten Bandung Barat.

“Tentunya pemerintah harus hadir dalam memberikan kepedulian kepada petani, dengan kepedulian yang kita berikan tersebut menjadi motivasi bagi mereka. Salah satunya, tadi ingin ada sumur bor untuk pengairan lahanjika musim kemarau tiba, kita akan realisasikan,” ujarnya.

Umbara menilai, keberadaan rencana pembangunan pengembangan infrastruktur dari Cikalong Wetan hingga Cisarua menjadi peluang bagi petani untuk memasarkan hasil produksinya tidak harus ke tempat lain.Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mencari tempat membangun pusat perbelanjaan sayuran.

“Kalau sudah mulai pelebaran jalan, apalagi ada exit tol di Cikalong Wetan yang tembus ke Cisarua, di sini (Desa Pasir Langu) kita bikin pusat sayuran Kabupaten Bandung Barat dan petani bisa menjual langsung. Kita tinggal cari tanahnya sekitar 1 sampai 2 hektar,” ungkapnya.

Umbara menyebut, dengan adanya pusat pasar dan super market sayuran asli produk Bandung Barat bakal menjadi daya tarik bagi pembeli untuk datang dan mempengaruhi perekonomian masyarakat khususnya para petani. Lebih jauh dari itu, sektor pertanian yang dikelola secara moderen baik dari segi penanaman maupun pemasaran memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

“Misalkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) kecil bagi Pemkab, yang penting adalah masyarakat yang menekuni profesi sebagai petani sejahtera,” tuturnya.

Umbara menegaskan, rencana pembinaan bagi petani millenial akan dilaksanakan secepatnya. Hal tersebut sebagai upaya untuk mempercepat target yang dicanangkan Pemkab Bandung Barat dalam meningkatkan perekonomian para petani khususnya generasi millenial yang ada di Kabupaten Bandung Barat.

“Dua bulan kedepan kita akan menyediakan lahan satu hektar untuk pembuatan green house bagi kepentingan pembinaan para petani muda,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi kepada generasi muda di Kabupaten Bandung Barat untuk tidak gengsi menekuni profesi sebagai petani. Pasalnya, menjadi seorang petani pernah digeluti Umbara sejak kecil. Selain itu, teknologi pertanian saat ini sangat relevan dengan kondisi generasi muda yang saat ini telah akrab dengan kemajuan teknologi.

“Jangan malu jadi petani, saya juga petani dulu dan sekarang jadi Bupati,” ujar Umbara.

(kro)