Tingkatkan Kepesertaan Jaminan Kesehatan

oleh -
BPJS Kesehatan

RADARBANDUNG.id, CISARUA – Sebanyak 14.000 kuota peserta Jaminan Kesehatan bagi masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan di Kabupaten Bandung Barat belum terpenuhi. Sejauh ini, Pemkab Bandung Barat mengalokasikan anggaran dari APBD sebesar 24 miliar untuk mengcover  80.772 peserta PBI.

Kepala BPJS Kabupaten Bandung Barat, Belza Rizki Ananta mengatakan, hingga akhir Januari 2020 dari jumlah kuota 80.772 orang, baru terisi sebanyak 66.000 orang.

“Masih belum tercover menjadi peserta BPJS Kesehatan 14.000 lagi . Padahal alokasi dananya sudah ada,” kata Ananta saat ditemui Radar Bandung di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB, Rabu (26/2/2020).

Ia menambahkan, pihaknya akan mendorong Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan KBB untuk mempercepat penyerahan data masyarakat miskin yang akan dimasukkan kedalam kuota tersebut.

“Kami intens koordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Supaya kuota segera terpenuhi. Karena proses verifikasi dan validasi untuk menetapkan penduduk yang masuk kriteria itu ada di mereka,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cimahi, Sri Wahyuningsih menyebut, hingga saat ini di Kabupaten Bandung Barat baru terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan baru 76 persen dari total penduduk sekitar 1,2 juta jiwa.

“Jumlah tersebut tentu masih jauh dari target pencapaian Universal Health Coverage (UHC) yang mewajibkan sebanyak 95 persen dari jumlah penduduk di satu wilayah terdaftar menjadi peserta JKN,” katanya.

Jika dibanding Kota Cimahi, kata Sri, Bandung Barat boleh dibilang masih lambat. Hal tersebut lantaran peserta yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan mencapai 91 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 550 ribu jiwa.

“Untuk mencapai target UHC, Pemkot Cimahi hanya butuh sekitar 4 persen lagi. Pencapaian UHC untuk Kota Cimahi ditargetkan pada tahun 2020 ini. Masyarakat tentu tidak khawatir lagi ketika mereka sakit,” pungkasnya.

(kro/b).