Ribuan Driver Ojol Merasa Terancam

oleh -
Demo Driver Ojol
DEMO : Dua pimpinan DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Rahmad Gobel menemui ratusan massa driver ojek online yang melakukan unjuk rasa di depan Gerbang Kompleks Parlemen, Senayan. (gunawan/JawaPos.com)

RADARBANDUNG.id, – Ribuan driver ojek online (ojol) melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR. Mereka protes adanya pelarangan roda dua sebagai alat transportasi umum. Usulan pelarangan itu datang dari Nurhayati Monoarfa yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI.

Koordinator aksi ojol di DPR Lutfi Iskandar mengatakan, wacana Nurhayati itu jelas-jelas tidak berpihak kepada ojek online. Sehingga hal ini melukai perasaan para driver ojek online yang sedang mencari nafkah.

“Ini melukai persaan jutaan driver ojol seperti kita ini,” ujar Lutfi dalam orasinya di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat (28/2).

Menurut Lutfi, DPR tidak perlu melanjutkan keinginan Nurhayati Monoarfa tersebut. Karena sudah jelas-jelas sangat tidak berpihak ke para pengemudi ojek online. “Ini adalah suatu ancaman bagi rakyat Indonesia yang berprofesi sebagai ojek online,” katanya.

Oleh sebab itu Lutfi menduga wacana Nurhayati ini telah jelas-jelas mengarah pada ‎rencana penghapusan ojek online di Indonesia. “Ini ojol juga profesi yang harus diapresiasi, profesi kita sama sebagaimana profesi yang lain,” ungkapnya.

Diketahui, Wakil Ketua Komisi V DPR Nurhayati Monoarfa mewacanakan untuk membatasi sepeda motor di ruas-ruas jalan nasional dan larangan roda dua sebagai alat transportasi umum.

Penolakan motor sebagai transportasi umum mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait masukan Penyusunan Rancangan Undang-Undang Revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) serta RUU Revisi Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan.

Nurhayati Monoarfa menyatakan, dasar pelarangan motor selain asas keselamatan juga untuk mengurangi kesemerawutan jalan dan kemacetan, sehingga menyelamatkan Rp 830 miliar pertahun dari pemborosan akibat benang kusut kondisi jalan raya ini.

Nurhayati menyebutkan bahwa ide membatasi akses sepeda motor di jalan raya akan diterapkan di kota-kota besar di Indonesia. Sekaligus penolakan DPR tehadap motor sebagai angkutan umum di jalan raya.

Wakil Ketua DPR, Rachmat Gobel mengatakan akan memanggil Anggota Komisi V DPR Nurhayati Monoarfa untuk menjelaskan wacana pelarangan ojek masuk ke jalan protokol.

‎”Saya akan panggil anggota DPR yang buat keresahan itu, saya akan bicara dengan dia (Nurhayati Monoarfa, Red),” ujarnya.

Politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini mengatakan, dirinya banyak mendapatkan kemudahan dengan menggunakan ojek online. Oleh sebab itu dia meyakini bahwa pemerintah tidak akan membuat rakyatnya kecewa dengan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat banyak.

(jpc/radarbandung)

Tentang Penulis: FES

Gambar Gravatar
Professional player, the news media team at Digital Radar Bandung, Jawa Pos group. ▪ Also part of the Team in Pojoksatu Bandung from Radar Bogor.