Polisi Selidiki Perampokan di Desa Compreng

oleh -
Sejumlah anggota polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara di di Desa Bojong Jaya RT12/RW02 Senin (2/3/2020).

RADARBANDUNG.id, SUBANG – Komplotan perampok berhasil menggondol perhiasan dan sempat menyekap Dinda yang berprofesi sebagai rias pengantin di Desa Bojong Jaya RT12/RW02 Senin (2/3/2020).

Dinda mengungkapkan, kronologi peristiwa perampokan itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB terletak dirumahnya di Jalan Raya Pusakajaya-Compreng yang berbatasan dengan Desa Compreng. Saat itu, ia sempat melihat CCTV dan melihat aktivitas para pekerja dekor pengantin.

“Setengah satu malam itu anak-anak dekor masih ada, baru turun barang, saya lihat di CCTV tuh anak-anak masih ada berisik, lagi bongkar, ya saya nggak curiga apa-apa,” ungkap Dinda.

Setelah melihat CCTV, ia kemudian ke kamar mandi dan karena hendak tidur namun usai keluar dari kamar mandi, dirinya mendapati ada yang menggedor pintu kamarnya. Tiba-tiba enam orang pria masuk dan langsung mengacungkan golok kearah dirinya.

“Saya masih mengira suara berisik di luar itu masih anak-anak dekor yang kerja. Saya mau tidur lagi ada suara berisik bukain pintu kamar, setelah dimuka itu orang langsung masuk dan menodongkan golok,” jelasnya.

Ia melihat, ada enam orang yang ia lihat masuk ke kamar dan sudah mengacungkan golok. Dari 6 orang hanya satu satu yang memakai penutup dari sapu tangan serta masih ada orang lain di luar kamar yang terdengar berisik dan berteriak mencari uang.

“diambil, aksesorisnya, perhiasannya langsung disekap, perhiasan, kalung, anting gelang, diambilin semua,” ujarnya.

Dia memperkirakan, kerugian yang dialami mencapai Rp 100 Juta yang berasal dari barang-barang yang diambil dimana banyak perhiasan dan uang sebesar 3 juta serta DVR CCTV, CPU komputer di juga diambil.

Setelah perampok tersebut menggasak semua harta di rumah Dina, peremapok tersebut langsung mengikat dirinya berserta semua orang yang ada di rumah itu. Setelah Dina bisa melepaskan ikatan tersebut dan kemudian membantu melepaskan ikatan di tangan dan kaki suaminya Wartono, sekira Pukul 02.00 WIB, Dina dan Suami langsung meminta tolong pada tetangga serta orang tua yang tak jauh dari rumah lalu langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Pusakanagara.

Kapolsek Pusakanagara AKP Hidayat membenarkan adanya perampokan yang terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya saat ini pihaknya sudah menlaksanakan olah TKP beserta tim Inafis. Saat ini Rumah korban sendiri sudah dipasang garis polisi.

(bbs)