Tak Perlu Borong Kepokmas

oleh -
Dirut Perum Bulog Budi Waseso melakukan peninjauan stok beras di Gudang Bulog Gedebage, Jalan Gedebage Selatan, Kota Bandung, Selasa (3/3/2020).

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) meminta masyarakat tidak memborong kebutuhan pokok secara berlebihan (panic buying) menanggapi kabar virus corona. Pasalnya, stok kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) dipastikan aman.

“Tidak usah panik dan khawatir soal bahan makanan. Tidak usah menimbun, tidak ada gunanya,” ucap Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso di Gudang Bulog, Kota Bandung, Selasa (3/3/2020).

Budi mengungkapkan, pihaknya bersama BUMN terkait telah menyusun sejumlah langkah apabila terjadi kelangkaan bahan pokok di tengah masyarakat.

“Kami sudah antisipasi. Bulog buat E-Commers jadi gak usah panik, sudah siap antar sampai rumah lebih aman dijamin barang kualitas baik,” katanya.

Ia melanjutkan, stok beras di gudang Bulog dalam kondisi aman sehingga dapat memenuhi permintaan masyarakat. Bahkan, dalam dua bulan ke depan wilayah penghasil beras akan memasuki panen raya.

“Target seluruh Indonesia yang produksi beras 1,7 juta. Kalau sampai dua bulan ke belakang bisa habiskan 500.000 ton laku maka sisa 1,2 juta. Kita menyerap 1,7 juta artinya hampir 3 juta,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divre Bulog Jawa Barat, Benhur Ngkaimi menyebutkan, stok beras yang ada di gudang Bulog Jawa Barat saat ini mencapai 216.000 ton. Jumlah tersebut aman untuk memenuhi permintaan beras Jawa Barat dalam satu tahun kedepan.

“Dalam satu tahun kedepan beras di Jawa Barat hanya 100.000 ton, kalau 216.000 ton cadangan beras pemerintah masih lebih,” pungkasnya.

(arh/bbs)