Gula Putih Mulai Langka Dipasaran, Ini Penyebabnya

oleh -
Gula Putih Mulai Langka Dipasaran
ilustrasi

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Harga gula putih di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung mulai merangkak naik. Saat ini per kilogram tembus diangka Rp17.000. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp12.500 per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, saat ini harga gula putih di atas HET.

Langkanya gula karena tergantung pasokan impor dan dalam negeri. Di dalam negeri, bahan baku gula putih bisa dipanen pada akhir Mei. Sedangkan untuk impor 2020 belum keluar, hanya mengandalkan sisa stok 2019.

“Pemerintah pusat memprediksi (gula) impor dari India datang pada pertengahan Maret 2020. Jika impor sudah ada, harga akan kembali normal,” ucap Elly di Balai Kota Bandung, Kamis (5/3).

Elly mengakui, gula putih saat ini hampir hilang terutama di pasar-pasar tradisional. Bahkan saat ini harga gula mencapai Rp17.000 per kilogram. Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram.

“Acuan harga untuk gula putih ini sesuai Peraturan Menteri Perdagangan nomor 7 tahun 2020, Rp12.500 per kilogram. Di pasar tradisional ada yang sampai menjual lebih dari Rp15.000. Kalau di pasar modern masih tetap seperti Yogya dan Borma,” jelasnya.

Elly mengungkapkan, dari lima distributor gula putih yang memasok ke Kota Bandung saat ini dua diantaranya masih memiliki stok lebih dari 10 ton. Sedangkan tiga distributor lainnya sudah tidak memiliki stok gula putih.

Kendati demikian, Elly mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena Kementrian Perdagagangan telah membukan kran impor gula sebanyak 438 ton yang bisa memadai untuk keperluan munggahan dan lebaran.

“Antisipasi permintaan yang akan terjadi, sudah keluar izin impor gula dari India yang akan mencukupi sampai Mei nanti,” ucapnya.

Elly menjelaskan, kebutuhan gula putih di Kota Bandung per bulannya mencapai 7200 ton. Karena Kota Bandung sebagai tempatnya wisata kuliner dan industri kue, baik kering mau pun basah yang menjadi primadona oleh-oleh dari Kota Bandung.

Disdagin pun telah memastikan stok dan berkoordinasi dengan Management Yogya terkait kondisi stok gula yang dipastikan aman. Tetapi jika terjadi “panic buying” akan ada pembatasan pembelian.

“Rencananya kalau memang terjadi pembelian yang berlebihan opsi terakhirnya dibatasi pembeliannya. Jadi akan koordinasi dengan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), dan seluruh toko modern tapi itu upaya terakhirnya,” ucap Elly.

Sedangkan terkait bawang putih yang sempat mencapai harga di atas Rp60.000 jauh diatas HET Rp 32.000, Elly mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat mendatangkan stok bawang putih dari Cina.

“Stok bawang putih sekarang itu 2019, yang 2020 belum, baru akan impor. Sedang dalam pengurusan izin. Sekarang ini harganya sekitar Rp40.000 sudah hampir mendekati HET,” katanya.

Perlu diketahui, saat ini Kementrian Pertanian sedang memproses Rekomendasi Izin Produk Holtikultura (RIPH) ke Kementiran Perdagangan terkait impor bawang putih dari Cina sebanyak 103ribu ton diharapkan bisa secepatnya diproses.

“Pemerintah pusat sangat hati-hati menentukan kebijakan impor, terutama dari Cina, yang dilarang itu hewan hidup yang akan menyebarkan virus corona. Sedangkan produm holtikultura selain bawang kan ada buah-buahan itu masih diperbolehkan,” pungkasnya.

(arh/bbs/radarbandung)

Tentang Penulis: FES

Gambar Gravatar
Professional player, the news media team at Digital Radar Bandung, Jawa Pos group. ▪ Also part of the Team in Pojoksatu Bandung from Radar Bogor.