Kartu Bandung Sejahtera Masuk Tahap Kajian

oleh -
Kartu Bandung Sejahtera
AKTIVITAS: Seorang warga sedang beraktivitas di kawasan pemukiman padat penduduk di Astanaanyar, Kota Bandung, Kamis (30/1). (Taufik Achmad Hidayat/Radar Bandung)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Pemeritntah Kota (Pemkot) berusaha menekan penduduk miskin pada 2020. Salah satu upayanya menyiapkan program bantuan melalui Kartu Bandung Sejahtera (KBS).

KBS bakal menyasar penduduk miskin yang tidak mendapatkan program bantuan dari pemerintah pusat. Semisal Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Bidang Penanganan Kemiskinan Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis), R Muhamad Nurahman menyebutkan, saat ini KBS sedang memasuki tahap pengkajian. Pihaknya memerlukan kajian agar tepat sasaran.

“Pada 2020 ada juga kajian tentang KBS untuk menglindungi warga yang tidak mendapat bantuan pangan PKH dan BPNT. Karerna masih ada yang tidak masuk, nantinya terlindungi oleh KBS,” ucap Nurahman di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (5/3).

Nurahman mengungkapkan, saat ini tidak semua penduduk miskin di Kota Bandung mendapatkan program dari pemerintah pusat. Ada yang mendapatkan PKH ataupun hanya BPNT. Padahal seharusnya masuk pada kategori penerima manfaat.

“Ada yang tidak menerima PKH dan tidak terdata pada BPNT, jumlahnya bisa mencapai sekitar 28.000 KK,” katanya.

Nurahman menambahkan, adanya warga yang tidak terjangkau program pemerintah pusat ini dikarenakan tidak terdeksi saat pendataan. Sehingga, Pemkot Bandung selalu mendata ulang agar lebih faktual.

“Salah satunya ada juga yang exclusion error (orang yang berhak menerima manfaat tidak masuk di database sebagai penerima manfaat). Makanya kita lakukan verifikasi dan validasi, dan tidak bisa update dalam satu tahun karena datanya terus berubah,” paparnya.

Untuk nominal bantuannya, Nurahman mengungkapkan, pihaknya masih merancang untuk bisa disesuaikan dengan BPNT. Pada 2020 jumlahnya baru saja dinaikan oleh Menteri Sosial, Juliari Batubara menjadi Rp150.000 per keluarga.

“Sementara bantuannya masih pangan, kita replika BPNT dari pusat. Nominalnya kita mengikuti perubahan dari pusat dan juga tergantung kebijakan dari Pak Wali. Kita ini (KBS) dari APBD,” ungkapnya.

Seperti diketahui, di 2019 ini penduduk miskin di Kota Bandung mengalami penurunan menjadi 3,38 persen atau 84.670 orang. Berkurang 4.710 orang dari tahun 2018 lalu terjatat sebanyak 89.380 orang.

(arh/bbs)

Tentang Penulis: FES

Gambar Gravatar
Professional player, the news media team at Digital Radar Bandung, Jawa Pos group. ▪ Also part of the Team in Pojoksatu Bandung from Radar Bogor.