Jumlah Bertambah, 19 Pasien di Indonesia Positif Virus Corona

oleh -
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto. Foto: Fathan Sinaga/JPNN.com

RADARBANDUNG.id- KEMENTERIAN Kesehatan mengumumkan 19 kasus positif virus Corona dari Wuhan, Tiongkok.

Padahal kemarin, Minggu (8/3), hanya 6 orang positif terjangkit COVID-19. Tapi hari ini, Senin (9/3), bertambah 13 kasus baru. Sehingga totalnya menjadi 19 pasien positif virus corona di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan, kebanyakan pasien di antaranya hanya bergejala minimal. Tidak demam, tidak batuk. Artinya secara keselluruhan tampak sebagai pasien ringan, tidak sakit berat.

Baca Juga:

Penderita Corona di Indonesia Bertambah Lagi 2, Total Jadi 6 Positif

Tiongkok Sumbangkan Rp 285 Miliar untuk Bantu Dunia Memerangi Virus Corona

“Namun ada beberapa yang dipasang infus oksigen karena memang ada penyakit yang mendahului,” katanya kepada wartawan, Senin (9/3).

Pasien 1 (perempuan, 31 tahun) dan pasien 2 (perempuan, 64 tahun). Kluster Jakarta. Tidak ada keluhan. Dokter penanggung jawab pasien yang merawat menyampaikan bahwa pasien 1-2 hanya mengalami beban psikologis karena identitas mereka sudah terpublikasi beberapa waktu lalu.

Pasien 3 (33 tahun) dan pasien 4 (34 tahun). Kluster Jakarta. Jauh lebih bagus dari sebelumnya. Mereka meminta jaminan agar nama atau identitas mereka tak diumumkan.

Kondisi pasien 5 (laki-laki, 55 tahun). Kluster Jakarta. Juga bagus dan tidak ada keluhan. Akan tetapi dia sudah mulai merasa bosan karena berada di kamar terus.

Dan pasien 6 (laki-laki, 36 tahun). Kluster Jepang dari kapal Diamond Princess. yang merupakan kasus impor dari Jepang, baik-baik saja dan tidak ada keluhan. Kasus ini merupakan kasus penularan di kapal Diamond Princess.

Kasus pasien 7 (perempuan, 59 tahun). Kondisinya nampak sakit ringan sedang stabil. Ini adalah kasus imported case, pasien baru kembali dari luar negeri dan kemudan menunjukkan gejala-gejala seperti batuk dan pilek. Kemudian dilakukan pemeriksaan baik dengan PCR dan Genome Squenzing.

Kasus pasien 8 (Laki-laki, 56 tahun). Pasien ini tertular oleh pasien 7. Karena memang suami istri. Kondisinya sekarang menggunakan beberapa peralatan seperti infus dan oksigen. Sebab sebelum kontak dengan 7, pasien 8 ini sudah sakit duluan tetapi bukan sakit COVID-19. Tetapi memang sakit karena diare, ditambah riwayat diabetes. Sekarang terpapar, kondisinya sakit sedang ke arah berat.