Harga Pakan Jagung Terlalu Tinggi, Pengusaha Ayam Pilih Gulung Tikar

oleh -
RADARBANDUNG.com, BANDUNG – Jumlah peternak ayam rakyat dan mandiri di Indonesia terus alami penurunan. Periode 2008-2014 jumlah kebutuhan ayam nasional sekira 55-60 persen yang bisa dipenuhi petani ayam rakyat dan mandiri.
Wakil Sekjen Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Abbi Angkasa mengatakan kebutuhan ayam nasional sekarang
hanya 30-32 persen. Padahal, saat ini populasi ayam nasional setiap minggunya berkisar 65 sampai 72 juta ekor per ayam.
“Dari jumlah ini, hanya 30% saja yang bisa dipenuhi peternak ayam rakyat. Setiap tahun ada peternak yang gulung tikar,” katanya di Bandung, Senin (09/03/2020).
Ia menambahkan, ada beberapa hal yang membuat peternak semakin menjerit. Salah satunya harga pakan jagung yang terus meningkat. Sedangkan pemerintah menutup keran impor jagung yang mensejahterakan peternak ayam rakyat.
Katanya, masalah utama dari pakan jagung adalah harga jagung lokal yang lebih tinggi dan sulit didapat. Harga jagung lokal terendah saat ini hanya Rp 4.300 per kilogram, sedangkan rata-ratanya Rp 4.600 per kilogram.
“Saat ini harga jagung Indonesia paling mahal di seluruh dunia. Harga jagung meningkat 30% dari harga pasar dunia,” ungkap Abbi.
Bila sedang dalam masa sulit, harga jagung bisa mencapai Rp 5.300 per kilogram. Harga ini jauh dibanding jagung dari Brazil yang apabila sudah masuk Indonesia di kisaran Rp 3.500 sampai Rp 5.700 per kilogram.
Maka dari itu, Abbi berharap pemerintah membantu para peternak ayam rakyat dan mandiri silat bisa bermain dengan perusahaan asing ataupun daging ayam impor.

(fid)