Drainase Buruk jadi Sorotan Komisi IV DPRD Jabar

oleh -
Kondisi Drainase di Jabar Buruk
ILUSTRASI: Sejumlah pengendara melintasi banjir di Jalan Raya Kopo Sayati, Kabupaten Bandung, Minggu (16/2). Foto: Taofik Achmad Hidayat/Radar Bandung

RADARBANDUNG.id, CIBADUYUT – Kondisi drainase di Jawa Barat dianggap buruk karena tidak maksimal dalam mengatasi banjir. Perbaikan harus segera dilakukan sebagai bagian dalam merespon keluhan masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Jajang Rochanaseusai reses GOR Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (9/3).

Ia mengaku mendapat keluhan dari masyarakat terkait infrastruktur yang bersinggungan langsung dengan peristiwa banjir. “Perbaikan drainase ini harus diprioritaskan. Makanya akan saya dorong Pemprov Jabar untuk memperbaiki drainase yang memang menjadi ranah kewenangannya,” kata Jajang.

Datangnya keluhan dari masyarakat itu membuat Jajang akan mendorong percepatan perbaikan drainase kepada pemerintah meski anggaran minim. Perbaikan harus dilakukan di semua daerah, jangan hanya terpatok untuk daerah Kabupaten Bandung dan Sumedang.

“Hampir merata. Sebagian besar drainase di Jawa Barat buruk. Sangat darurat  Makanya ini perlu adanya koordinasi antara stake holder terkait,” ujarnya.

Permasalahan utama, sambung Jajang, dimana saat pembangunan dan meninggikan badan jalan dengan cara dicor, saluran drainase tidak pernah diperhatikan. Makanya, drainase menjadi mampet karena tertutup material pembangunan coran. Pemerintah harus mawas diri untuk lebih baik menjalin koordinasi dalam pembangunan infrastruktur. Pasalnya, pembangunan infrastruktur tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

“Ini PR besar buat Jawa Barat.  Apalagi masalah drainase ini ada tiga cakupan kewenangan. Ada wewenang pusat, provinsi, dan kabupaten. Nah koordinasi ini kurang terbangun. Jadi saling tumpang tindih,” pungkas Jajang.

(fik/b)