Prof Dr Fedik Abdul Rantam Hampir 40 Tahun Bergelut dengan Virus

oleh -
Prof Dr Fedik Abdul Rantam
GURU BESAR VIRUS: Prof Dr Fedik Abdul Rantam menunjukkan alat pendeteksi virus di laboratorium. (Fedik Abdul Rantam for Jawa Pos)

Tangan Gosong karena Sering Tersiram Alkohol

RADAR BANDUNG – Fedik Abdul Rantam punya pengalaman panjang mengutak-atik virus. Khususnya virus yang menginfeksi manusia dari hewan. Saat ini, bersama tim dari Universitas Airlangga, dia meneliti Covid-19 dan berupaya menemukan vaksinnya.

HANAA SEPTIANA, Surabaya

”Saat ini kami memang sedang berkoordinasi mengenai early warning system untuk mencegah virus seperti Covid-19 muncul,” tutur Fedik Abdul Rantam saat berdiskusi dengan dua mahasiswa asal Pakistan di ruang kerjanya kemarin (9/3).

Diskusi yang mereka lakukan terlihat asyik. Diselingi obrolan ringan. Terkait virus pula. ”Masih aman, virusnya belum sampai ke Surabaya,” kata Fedik. ”Alhamdulillah,” jawab mahasiswa itu.

Ya, Fedik adalah guru besar virologi dan imunologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair). Meneliti virus adalah kesibukan Fedik. Bahkan sejak 40 tahun lalu. Karena itu, dia sudah merasakan asam garamnya penelitian virus. Sejak menempuh pendidikan sarjana, Fedik memang telah mengambil konsentrasi virologi.

Dia pun menamatkan berbagai penelitian tentang virus. Salah satu pengalamannya adalah meneliti vaksin untuk virus penyakit mulut dan kuku.

Baca Juga: 1.400 Mahasiswa Telkom University Batal Wisuda karena Virus Corona

Dia mengerjakannya di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya. Itu juga penelitian untuk menyelesaikan pendidikannya pada 1984.

Peminatan itu berlanjut saat dia memutuskan untuk mengambil studi pascasarjana di Jerman. Tepatnya pada 1992 hingga 1997. Kala itu dia terinspirasi ucapan dosennya. ”Kalau sampai kamu curang dalam penelitian, maka tidak akan berhasil menemukan hasilnya selamanya,” tutur Fedik, menirukan ucapan dosennya.

Tentang Penulis: FES

Gambar Gravatar
Professional player, the news media team at Digital Radar Bandung, Jawa Pos group. ▪ Also part of the Team in Pojoksatu Bandung from Radar Bogor.