Edukasi dan Penanganan Corona, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kerahkan Ratusan Koordinator Posyandu

oleh -
Edukasi dan Penanganan Corona, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kerahkan Ratusan Koordinator Posyandu

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Dinas Pemberdayaan Masyarkat dan Desa (DPM-D) Jawa Barat sudah berkoordinasi dengan 655 koordinator Posyandu dari setiap kecamatan se-Jabar untuk menyosialisasikan edukasi dan penanganan virus corona (Covid-19).

Kepala DPM-D Jabar Dedi Sopandi menyatakan ada tiga tugas penting yang akan dilakukan mereka. Pertama, menyangkut Corona atau Covid19, kedua waspada tentang kondisi stunting. Dan yang ketiga bnerkaitan gejala demam beradarah dengue (DBD).

Baca Juga: Anggota DPRD Kota Bandung Batal ke Jakarta Gegara Corona

“Para kader Posyandu itu sudah diberikan pembekalan selama dua hari di Kuningan, sejak Kamis (12/3/2020),” kata dia, Senin (16/3/2020).

Setiap Posyandu akan dibuka meja layanan ke enam khusus untuk melayani masyarakat. Di mana saat ini, di setiap posyandu hanya membuka lima meja pelayanan. Layanan khusus itu menyangkut pelayanan stunting, disabilitas, sosialisasi, penyuluhan, demam berdarah dan sebagainya.

Para koordinator posyandu agar terus berkoordinasi dengan kepala desa setempat yang sebelumnya telah sudah mendapatkan surat edaran. Sosialisasi kepada masyarakat dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah.

Lebih lanjut, Dedi menambahkan, sejumlah kader posyandu pun telah dibekali dengan  ESQ (emotional spiritual quostient). Hal ini dilakukan agar dapat meredam kepanikan yang terjadi di masyakrat, khususnya dalam menyikapi wabah Corona.

“Kita juga mohon kepada tokoh ulama agar bisa melakukan doa bersama dan sebagainya. Agar negara kita segera pulih kembali,” katanya.

Baca Juga: Tak Perlu Panic Buying, Pemprov Jabar Pastikan Stok Pangan Aman

Selain itu, Dedi akan megajukan upaya pengendalian sampah masuk dalam usulan anggaran bantuan desa. Hal itu menyusul masukan dari sejumlah Kepala PMD dalam forum perangkat daerah.

Saat ini sampah sudah menjadi salah satu permasalahan di desa. Di mana, memiliki dampak buruk pula untuk kesehatan.

“Nanti ada beberapa langkah langkah untuk itu, dari mulai sarana tempat pengelolaan sampah sampai dengan kendaraan pengangkut sampah akan dicoba menjadi bagian usulan di tahun 2021,” pungkasnya.

(muh)

Tentang Penulis: FES

Gambar Gravatar
Professional player, the news media team at Digital Radar Bandung, Jawa Pos group. ▪ Also part of the Team in Pojoksatu Bandung from Radar Bogor.