8 Orang Meninggal, Bandung Tetapkan Status KLB Virus Corona

oleh -
Wali Kota Bandung, Polrestabes Bandung dan Dandim 0618/BS melakukan razia terhadap warga yang berkerumun di malam hari, pada Sabtu (28/3/2020).

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Wali Kota Bandung menetapkan Kota Bandung KLB (Kejadian Luar Biasa) virus Covid-19.

Karenanya Pemkot dan Forum Komunikasi Daerah (Forkopinda) membuat gugus tugas untuk koordinasi mengenai penanganan corona.

“Jadi, Kota Bandung sudah dalam keadaan KLB. Karenanya, kita sudah rapat dengan Forkopinda untuk membuat gugus tugas penanganan Corona,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M.Danial kepada wartawan, Senin (30/3/2020).

Baca Juga: 20 Positif, Pemkot Rilis Peta Sebaran Pandemi COVID-19 di Bandung

Jabar Matangkan Rencana Lockdown Wilayah yang Masuk Zona Merah Penyebaran COVID-19

Penetapan KLB, lanjut Oded, didasarkan sudah bertambahnya jumlah korban Covid-19 di Kota Bandung.

Berdasarkan data terakhir Pusicov Bandung hingga 29/03/2020 pukul 17.26 Wib terdapat 20 kasus positif Covid-19 di Kota Bandung, 3 pasien sembuh dan 8 meninggal dunia.

Sementara total orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 422 dan pasien dalam pangawasan (PDP) 70 kasus.

Oded mengatakan, dalam gugus ia menjadi ketua, dengan wakilnya Kapolrestabes dan Dandim. Sedangkan ketua hariannya Sekda Kota Bandung.

“Tugas gugus komando adalah bagaimana menangani Covid-19. Jadi, semua satu komando,” ujar Oded.

Baca Juga: Penting! Ini 16 Poin Keputusan Baru Wali Kota Bandung Soal Penanganan Wabah Covid-19

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bandung Rita Verita menuturkan, warga yang belum cukup disiplin jadi salah satu penyebab meningkatnya angka penyebaran Covid-19.

“Masyarakat masih belum disiplin dan menganggap cuci tangan itu merupakan hal yang remeh. Padahal itu merupakan hal yang paling tepat untuk membunuh virus,” ungkap Rita.

Rita meyakini, jika masyarakat bisa mengikuti seluruh instruksi pemerintah, terutama yang tertuang dalam surat edaran wali kota, maka semua akan teratasi dengan cepat.

“Kalau semua taat, maka angka penyebaran pasti bisa kita tekan,” tuturnya.

Rita menegaskan bahwa yang paling tepat dalam menghadang masuknya virus adalah kondisi tubuh yang sehat.

“Kalau kondisi tubuhnya bagus virus tidak akan bisa masuk. Tapi kalau kondisi tubuhnya sedang buruk, walaupun olahragawan, pasti akan terserang virus,” tandasnya.

(mur)