Jokowi Pastikan Mulai April 2020 Leasing Tunda Tagihan Kredit

oleh -

RADARBANDUNG.id – Mulai April 2020, leasing tunda tagihan kredit.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, penangguhan kredit kepada debitur selama setahun akan berlaku mulai April 2020.

Hal ini setelah mengonfirmasi pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Sudah saya konfirmasi ke OJK, dimulai April ini efektif,” kata Jokowi saat menyampaikan keterangan pers di Istana Bogor, Selasa (31/3/2020).

Hal ini ditegaskan, karena sebelumnya leasing enggan menunda tagihan kredit para debitur di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Jokowi pun memastikan, aturan itu akan berlaku mulai April 2020.

Baca Juga: Bos OJK Minta Leasing Stop Tagih Kredit Motor Macet Selama Setahun

“Saya juga sudah terima aturan OJK khusus soal kredit tadi. Sekali lagi, April ini sudah jalan,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku sudah mengintervensi lembaga perbankan dan nonperbankan lewat OJK untuk menunda tagihan kredit kepada debitur selama setahun.

Dia mengatakan, penundaan itu dikhususkan kepada mereka yang punya nilai kredit di bawah Rp 10 miliar.

“OJK akan memberikan kelonggaran, relaksasi kredit bagi usaha mikro, usaha kecil, untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar. Baik kredit yang diberikan oleh perbankan maupun industri keuangan nonbank. Akan diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan penurunan bunga,” kata Jokowi saat memberikan arahan kepada para gubernur melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (24/3).

Baca Juga: Respons Leasing Saat OJK Minta Kredit ke Nasabah Diberi Keringanan

Jokowi mengaku banyak mendengar keluhan dari pekerja transportasi seperti ojek, sopir hingga nelayan yang punya masalah kredit kendaraannya di tengah pandemi virus corona.

Jokowi meminta mereka tidak khawatir karena pembayaran bunga dan angsuran diberikan kelonggaran selama setahun.

“Beberapa skenario juga telah kita hitung, kita kalkulasi mengenai prediksi dari Covid-19 di negara kita, Indonesia April seperti apa, Mei seperti apa, skenario buruk seperti apa, skenario sedang seperti apa, skenario ringan seperti apa? Dan saya kira kita ingin kita berada pada skenario yang ringan,” tukas Jokowi.

(jpc)