Telur Ayam Sumbang Kenaikan Inflasi Di Jawa Barat

oleh -
Inflasi Di Jawa Barat
Ilustrasi

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) di tujuh kota pantauan di Jawa Barat pada Maret 2020. IHK sebesar 05,29 di Februari 2020 menjadi 105,62 pada Maret 2020. Artinya, terjadi inflasi sebesar 0,31 persen.

Adapun laju inflasi tahun kalender year to date (Januari–Maret 2020) tercatat sebesar 1,10 persen. Sementara laju inflasi dari tahun ke tahun year on year (Maret 2020 terhadap Maret 2019) adalah sebesar 3,95 persen.

Baca Juga: 18 Mal Tutup, Jam Buka Toko Modern di Bandung juga Dibatasi

Kepala BPS Jabar Dody Herlando mengatakan, inflasi tertinggi dari tujuh kota pantauan tersebut terjadi di Kota Bekasi. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bogor. Masing-masing sebesar 0,39 persen dan 0,04 persen.

“Tujuh kota pantauan IHK adalah Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Tasikmalaya,” ungkapnya dalam konferensi video di BPS Jabar, Kota Bandung, Rabu (1/4).

Dody menyebutkan, dari angka inflasi 0,31 tersebut terdampat sejumlah kelompok pengeluaran yang menyumbang andil terbesar pada kenaikan inflasi. Kelompok tersebut terjadi di sektor makanan, minuman dan Tembakau (0,79 persen), penyedia makanan dan minuman/ restoran (0,08 persen), dan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya (0,11 persen).

Baca Juga: Berlatih Mandiri di Rumah, Pemain Persib Wajib Kirim Video Latihan

“Selain itu ada juga kelompok perumahan, air, listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga yang menyumbang 0,06 persen,” katanya.

Sementara itu, sambung Dody, dari segi komoditas sejumlah barang dan jasa yang memicu inflasi adalah emas/ perhiasan, telur ayam ras, jeruk, bawang bombay dan bawang merah.

“Adapun yang memicu deflasi adalah kentang, angkutan udara, bawang putih, cabai rawit dan cabai merah,” tandasnya.

(arh/bbs)