Jabar Libatkan Ojol Bagikan Bantuan Pangan Rp500 Ribu ke Warga Terdampak Corona

oleh -
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) turut melibatkan ojek online (Ojol) dalam penyaluran bantuan pangan Rp500 ribu/kepala keluarga (KK) ke warga terdampak corona.

Pemprov Jabar telah mengalokasikan dana Rp16,2 triliun lebih dalam penanggulangan dampak sosial dan ekonomi pandemi COVID-19.

Dari dana itu, senilai Rp3,2 triliun akan dialokasikan untuk memberi bantuan pangan. Sementara sisanya, sebesar Rp 13 triliun bantuan dalam bentuk padat karya dari berbagai proyek investasi.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menegaskan, dana bantuan pangan dan tunai telah disiapkan Rp3,2 triliun.

Itu dimungkinkan bisa membantu 15 persen masyarakat ekonomi terbawah, di luar 25 persen yang telah ditanggung pemerintah Pusat, seperti program Kartu Sembako dan Program Keluarga Harapan.

Baca Juga: Jabar Siapkan Rp16,2 Triliun untuk Atasi Dampak Sosial COVID-19

Sehingga, jika digabung bantuan dari pemerintah Pusat dan Jabar itu dimungkinkan dapat menjangkau 40 persen warga miskin baru.

Dengan ditambah anggaran pemerintah kab/kota, maka warga miskin yang akan terbantu bisa mencapai di atas 40 persen.

Khusus bantuan pangan dan tunai senilai Rp3,2 triliun, Ridwan Kamil sudah menetapkan besarannya, yakni Rp500.000/KK dan segera disalurkan dalam waktu dekat. Saat ini Pemprov sedang mendata siapa saja warga miskin baru yang berhak menerima.

Baca Juga: Selewengkan Dana Penanganan COVID-19 Terancam Hukuman Mati

Nah, setelah pendataan rampung, para wali kota/bupati nantinya diminta segera mengeluarkan surat keputusan (SK) yang akan ditindaklanjuti Pemprov untuk menyalurkan dana tersebut.

Ridwan Kamil mengutarakan, bantuan pangan Rp500 ribu itu 1/3 diberikan dalam bentuk tunai dan 2/3 dalam bentuk sembako.

Untuk menstimulus multiplier effect, Pemprov dibantu Perum Bulog akan membeli sembako dari para pedagang pasar tradisional.

Baca Juga: Selama Pandemi Covid-19, Penunggak Pajak Kendaraan Tidak Kena Denda!

Kemudian dalam penyaluran bantuan akan melibatkan PT. Pos Indonesia dan ojek online dari berbagai vendor.

Para sopir ojol itu akan diberikan insentif khusus dari pemerintah, di luar kredit atau bonus yang mereka dapat dari aplikator.

“Jadi, para pedagang pasar tong hariwang, kami akan membeli jika ada tren turun dalam penjualan di pasar-pasar. Kami juga membayar tim ojol itu dengan insentif dan upah yang datang dari anggaran Rp3,2 triliun itu,” jelasnya saat konferensi pers di Gedung Pakuan, Jumat (3/4/2020).

Proses pemberian bantuan pangan, kata Ridwan Kamil, akan diberikan dalam dua gelombang.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Dibiayai Negara Lewat BPJS Kesehatan

Gelombang pertama bantuan akan diberikan kepada mereka yang sudah terdata. Sementara gelombang kedua akan diberikan kepada mereka yang terlewat saat pendataan.

“Jadi, kami menyisihkan 20 persen (bantuan) dari yang sekarang ada untuk meng-cover mereka-mereka yang merasa perlu dibantu tapi tidak terdata,” jelasnya.

Baca Juga: Setiap Keluarga Terdampak COVID-19 di Jabar akan Dapat Bantuan Rp500 Ribu

Ridwan Kamil juga menjelaskan, Pemprov sedang menghitung besaran gaji dan tunjangan ASN provinsi yang dapat disisihkan secara sukarela untuk membantu masyarakat terdampak COVID-19.

Besaran akan tergantung dilakukan secara adil dan proporsional sesuai golongan jabatan dan nilai pendapatan.

“Untuk ASN yang pendapatannya pas-pasan tidak akan dipungut, tapi kepada mereka yang bisa memberikan lebih itu akan diberikan pilihan-pilihan sumbangan pemotongan dari penghasilannya,” pungkasnya

(ysf/radarbandung.id)