Polres Cimahi Pantau Kerumunan Masa dengan Drone

oleh -
Polres Cimahi
MENGINTAI: Petugas jajaran Polres Cimahi tengah mengintai kerumunan masa di sekitar wilayah alun-alun kota cimahi menggunakan pesawat tanpa awak atau drone untuk cegah penyebaran Covid-19. (IST)

RADARBANDUNG.id, CIMAHI – Teknologi pesawat tanpa awak atau drone yang dilengkapi dengan pengukur suhu tubuh menjadi solusi bagi jajaran Polres Cimahi untuk mencari titik kerumunan massa di tengah mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19).

Untuk mengindahkan anjuran pemerintah dengan tidak keluar rumah atau physical distance, drone diterbangkan di sekitar pusat keramaian di Kota Cimahi, seperti Alun-Alun, kawasan pertokoan Jalan Gandawijaya, serta jalan-jalan, dan tempat nongkrong lainnya.

Kapolres Cimahi, AKBP M. Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, selain menerjunkan personel untuk berpatroli keliling pusat keramaian di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, drone yang diterbangkan tersebut akan menunjukkan proyeksi gambar berwarna merah apabila terdapat kerumunan orang-orang dalam jumlah besar.

Baca Juga: Jam Operasional Minimarket Dibatasi Gegara Corona

“Jadi ini mengefisiensi pergerakan pihak kepolisian juga. Dengan drone itu bisa menjangkau tempat lebih luas. Jika ada yang bergerombol, kita minta membubarkan diri karena drone bisa mengeluarkan suara juga,” ungkap Yoris saat ditemui di Alun-alun Cimahi, Kamis (2/4).

Yoris mengaku jika penggunaan drone pengukur suhu tubuh untuk membubarkan massa di tengah pandemi Corona Virus belum banyak dilakukan oleh instansi lain.

“Untuk drone ini memang barang baru. Kalau di Bandung ada drone penyemprot disinfektan, maka di kita (Polres Cimahi) ada drone pengukur suhu tubuh. Ini mempermudah patroli dan cukup efisien,” terangnya.

Yoris mengaku masih banyak masyarakat yang tak menaati aturan pemerintah untuk tidak berkumpul dan bepergian jika tidak memiliki kebutuhan mendesak.

“Tapi kita terus berupaya melakukan pembubaran massa, dengan drone atau personel langsung. Kita minta pemerintah daerah juga supaya tegas. Saat ini juga pertokoan sudah dibatasi jam operasionalnya,” tandasnya.

(bie-b)