Jakarta, Jabar dan Banten Paling Rentan terhadap Covid-19

oleh -
Direktur Riset Katadata Insight Center Mulya Amri. Foto: Dok Pri

RADARBANDUNG.id – Tiga provinsi di Indonesia, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat (Jabar) paling rentan terhadap pandemi virus corona (covid-19).

Dari sisi layanan kesehatan terhadap jumlah penduduk, Jakarta paling baik. Sementara itu, Jawa Barat dan Banten tidak didukung layanan kesehatan memadai.

Temuan itu tecermin dari Indeks Kerentanan Provinsi terhadap covid-19 yang dibuat Katadata Insight Center (KIC).

Indeks ini terdiri dari tiga sub-indeks. Pertama, risiko terkait dengan karakteristik daerah. Misalnya, kepadatan penduduk, kualitas udara dan akses terhadap hunian yang layak.

Baca Juga: Jabar Siapkan Rp16,2 Triliun untuk Atasi Dampak Sosial COVID-19

Kedua, risiko terkait dengan kondisi kesehatan penduduk. Contohnya, jumlah penduduk yang merokok, jumlah warga lanjut usia dan warga yang tidak mempunyai jaminan kesehatan.

Ketiga, risiko terkait dengan mobilitas penduduk. Hasilnya, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat menanggung risiko dari mobilitas penduduk yang tinggi, karakteristik wilayah dengan penduduk padat dan kualitas udara yang buruk.

Baca Juga: Jabar Libatkan Ojol Bagikan Bantuan Pangan Rp500 Ribu ke Warga Terdampak Corona

“Lalu lintas penduduk yang tinggi membuat tiga provinsi tersebut menjadi rentan terhadap penyebaran covid-19 ,” kata Direktur Riset Katadata Mulya Amri, Jumat (3/2/2020).

Menurut Mulya, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat mendapat skor kerentanan yang saling berdekatan karena terkait dalam kawasan megapolitan Jabodetabek.

Kawasan ini menampung lebih sepuluh persen jumlah penduduk Indonesia dalam kepadatan mendekati 5.000 orang per kilometer persegi.

Baca Juga: Kabar Gembira dari Jabar, 11 Pasien Positif COVID-19 Sembuh

Skor ketiga provinsi ini juga jauh lebih tinggi daripada skor provinsi yang paling rentan berikutnya, yaitu Kepulauan Riau.

Menurut Mulya, indeks kerentanan ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk menekan penyebaran virus covid-19 di tengah masyarakat.

Untuk provinsi dengan tingkat mobilitas tinggi dan padat penduduk yaitu DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, penanganannya lebih tepat dengan physical distancing (jaga jarak fisik) dan pembatasan aktivitas di luar rumah.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sudah Pesan Drone Disinfectant untuk 27 Kab/kota di Jabar

Sementara itu, Jawa Barat telah melakukan berbagai langkah dalam penanganan Covid-19. Teranyar, Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengungkap soal dua fase Pemprov dalam menanggulangi COVID-19.

“Fase pertama bagaimana kita sesegera mungkin menanggulangi dari sisi kesehatan,” ujar Setiawan usai video conference bersama Kemendagri di Jabar Command Center, Kota Bandung, Jumat (3/4/2020).

Baca Juga: Wow! Ridwan Kamil Potong Gajinya dan Gaji PNS Pemprov Jabar demi Tangani Corona

Sejumlah upaya sudah dilakukan Pemprov menanggulangi COVID-19 di sisi kesehatan. Mulai menetapkan rumah sakit rujukan, membuat peta persebaran COVID-19 melalui tes masif, sampai melengkapi alat-alat kesehatan bagi tenaga medis.

“Setelah itu, fase kedua bagaimana kita membangun sosial safety net atau jaring pengaman sosial. Dua fase ini yang akan kita lakukan untuk di Jawa Barat,” bebernya.