Miris! Jenazah PDP di KBB Ditolak Warga, Diantar ke Pemakaman Lewat Sawah

oleh -
Pemakaman Jenazah PDP Covid-19 di KBB. (ist)

RADARBANDUNG.id- Penolakan warga terhadap pemakaman jenazah terjadi di Kab. Bandung Barat (KBB). Tepatnya, peristiwa terjadi di Desa Gelanggang, Kec. Batujajar.

Seorang wanita yang diduga Pasien dalam Pengawasan (PDP) berusia 62 tahun meninggal dunia pukul 11.15 Wib, Kamis (02/04/2020) dan dikabarkan sempat mendapat hambatan saat diantar menuju TPU Rancatiis untuk dimakamkan.

Beberapa warga sekitar menolak jenazah yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di ruang isolasi RS. Cahya Kawaluyaan (RSCK) Padalarang ini.

Baca Juga: VIRAL! Video 2 Anak Kecil Ikut ke RSUD Cililin KBB setelah Kedua Orangtuanya Positif Corona

Kepala Desa setempat Muhamad Hidayat membenarkan peristiwa ini. Penolakan, menurutnya, karena ada kekhawatiran warga virus akan menyebar ke permukiman.

“Ya, sempat ada penolakan warga yang tidak mau jenazah diantar ke makam melintas permukiman. Padahal status pasien belum tentu positif,” ujar Hidayat.

Baca Juga: Bupati KBB Aa Umbara Menangis Gegara Masjid Sepi

Hidayat mengaku tak dapat berbuat banyak, demi meredam emosi warga ia hanya bisa menuruti keinginan warganya.

Saat akan dimakamkan, jenazah tidak bisa melintasi permukiman hingga akhirnya dibawa ke jalur alternatif menyusuri sawah untuk bisa sampai ke TPU untuk dimakamkan oleh anaknya.

Baca Juga: Punya Banyak Khasiat, Penjualan Madu Lembang Melonjak Tajam saat Pandemi COVID-19

Hidayat menyatakan bahwa, prosedur pemakaman sudah dilakukan dengan jenazah dikafani dan menggunakan peti dan peti itu lalu dibungkus kembali menggunakan plastik.

“Kebetulan anaknya juga kan kerja di kesehatan. Memang yang diutamakan safety atau keamanannya,” ungkap Hidayat.

Sekretaris Dinkes KBB, Nanang Ismantoro menegaskan, pasien meninggal juga mengidap sejumlah penyakit lain sebelum berstatus PDP.

Dari hasil tracking, pasien mulai merasakan sakit setelah pulang umrah.

Baca Juga: Ulama Saudi: Istri Berhak ‘Tendang’ Suami dari Ranjang Jika Khawatir Tertular Virus Corona

“Sebelumnya, sempat dirawat di RS Kharisma Cimareme lalu dinyatakan membaik dan dibolehkan pulang. Tak lama, pasien mengalami demam karena ada gejala Covid-19, pasien kemudian dirawat di ruang isolasi RSCK Padalarang,” jelasnya.

Nanang mengatakan, pasien juga sempat melakukan rapid test. Hasilnya, menunjukkan ke arah Covid-19. Namun, guna lebih memastikan tim medis melakukan test swab dan Dinkes masih menunggu hasilnya dari RSHS Bandung.

Baca Juga: Cuma di Indonesia, Pedagang Gugat Jokowi Gegara Corona, Minta Ganti Rugi Rp10 Miliar

Ia menyayangkan adanya penolakan warga karena kurangnya pemahaman.

“Kita (Dinkes) juga sudah mendata seluruh keluarganya dan orang yang ikut melayat untuk lebih memberi kepastian dan kenyamanan bagi masyarakat dan semua pihak. Jadi, sekali lagi masyarakat tak perlu kuatir yang berlebihan,” tutur Hernawan.

Baca Juga: MUI Terbitkan Fatwa Tenaga Medis Corona Boleh Salat dalam Kondisi Tak Suci

Dari foto yang diperoleh Radarbandung.id, beberapa warga melakukan salat jenazah di area terbuka di tengah sawah dekat area makam dan tampak peti jenazah yang sudah dibalut plastik.

Sementara itu, Sekda KBB, Asep Sodikin angkat bicara soal penolakan warga terhadap pemakaman jenazah yang diduga PDP Covid-19.