Bobotoh Tenang, Kompetisi Liga 1 2020 tidak Senasib dengan Era 2015

oleh -
persib
Para pemain Persib Bandung (instagram)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Kompetisi sepak bola Indonesia saat ini tengah ditangguhkan penyelenggaraannya. Kebijakan tersebut diambil untuk menekan penyebaran pandemi virus corona yang tengah merebak di Indonesia.

Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir, angkat bicara mengenai situasi yang terjadi di sepak bola Indonesia saat ini. Supardi mengakui, saat ini bukanlah kondisi yang mudah untuk dilalui pesepak bola.

“Berat bagi kami sebagai pemain tentunya ketika menghadapi situasi seperti ini,” kata Supardi.

Baca Juga: Imbas Corona, Bisnis Ayam Geprek Gian Zola Tutup

Mantan pemain PSMS Medan itu tak menampik, situasi yang saat ini terjadi di sepak bola Indonesia, hampir serupa dengan yang terjadi pada 2015 lalu. Bedanya, pada 2015, kompetisi diputuskan berhenti di tengah jalan karena sanksi FIFA.

Adapun pada 2020, kompetisi hanya ditangguhkan penyelenggaraannya dan berpotensi kembali dilanjutkan. Supardi mengatakan, dirinya bisa mengerti dengan kebijakan federasi dalam menghentikan sementara kompetisi.

Pasalnya, keputusan tersebut diambil demi kebaikan bersama. Menurut bek berusia 35 tahun itu, kebijakan yang diambil PSSI dan seluruh pemangku otoritas di sepak bola Indonesia sudah tepat.

“Karena virus ini sangat serius untuk diperhatikan dan perasaan saya sebagai pelaku sepak bola di lapangan tentunya pasti agak sedikit sulit ketika harus berhadapan dengan situasi seperti ini,” ucap dia.

Rencananya, kompetisi musim 2020 akan ditangguhkan hingga 29 Mei mendatang. Bila sampai tanggal tersebut wabah virus corona di Indonesia mereda, maka kompetisi akan dilanjutkan kembali pada awal Juni mendatang.

Namun, bila hingga 29 Mei pandemi virus corona di Indonesia tak kunjung reda, maka kompetisi akan diberhentikan di tengah jalan. Bila hal itu terjadi, sepak bola Indonesia akan masuk ke dalam situasi yang sama dengan yang dialami pada 2015 dan 1997-1998.

Baca Juga: Ditengah Pandemi Covid-19, Dua Pria di Kabupaten Bandung Nekat Curi Tiga Ekor Kambing

Pada 2015 kompetisi dihentikan karena sanksi FIFA, sedangkan pada musim 1997-1998 kompetisi dihentikan lantaran situasi politik dan ekonomi di Indonesia yang tidak kondusif. Meski begitu, Supardi tetap percaya bahwa kompetisi musim 2020 tidak akan mengalami kejadian pahit seperti yang terjadi pada 2015 atau 1998.  Supardi percaya, kompetisi musim ini akan berlanjut, dan virus corona di Indonesia bisa teratasi dengan baik.

“Saya selalu berpikir positif bahwa di balik semua cobaan seperti ini, ada hikmah, insyaallah, dan saya selalu berdoa untuk kita semua, mudah-mudahan wabah ini cepat Allah angkat. Dan kehidupan kembali normal tentunya dan liga kita secepatnya kembali bergulir, itu harapan saya kedepannya,” pungkasnya.

(pra)