Liga 1 Mandek, Wasit Jadi Pengangguran yang Mengandalkan Tabungan

oleh -
wasit liga 1
Wasit Thoriq Alkatiri hidup mengandalkan tabungan dalam situasi kompetisi mandek lantaran korona. (JPC)

RADARBANDUNG.id – Ditundanya Liga 1 dan Liga 2 hingga 29 Mei tak hanya berdampak pada pemain dan ofisial klub. Penundaan kompetisi gara-gara pandemi korona juga berdampak buruk bagi para wasit yang selama ini memimpin pertandingan.

Ya, wasit-wasit tersebut kini harus jadi penganggur. Tidak punya asosiasi seperti pemain dan pelatih serta hanya bersifat freelance, para wasit Liga 1 dan Liga 2 otomatis tanpa penghasilan sedikit pun saat ini dari profesinya tersebut.

Bahkan, sekelas wasit FIFA seperti Thoriq Alkatiri juga tanpa penghasilan selama pandemi korona. Tidak ada kompetisi berarti tidak ada job. ’’Dari media saja ketika kompetisi ditunda saya sudah siap, sudah paham, tidak perlu lagi menunggu keputusan PSSI,’’ ujarnya.

Baca Juga: Bobotoh Tenang, Kompetisi Liga 1 2020 tidak Senasib dengan Era 2015

Saat ini, Thoriq hanya mengandalkan tabungan untuk menjalani hidup. Dia sempat berpikir untuk membuka usaha. Namun, melihat kondisi di tengah pandemi korona, Thoriq urung memulainya. ’’Segala risiko kami hadapi, usaha juga lagi sepi karena korona. Ya hanya bisa berharap ini cepat berlalu,’’ tuturnya.

Hal senada dikatakan wasit lainnya, Nurul Fadilah. Jika Thoriq pasrah, Nurul justru tetap berharap pada keputusan di Komite Wasit PSSI. Dia saat ini masih menunggu keputusan tersebut. ’’Tapi memang sejauh ini saya belum ada komunikasi sama sekali,’’ ungkapnya.

Nurul mengaku sama sekali tidak ada pendapatan. Sama halnya dengan Thoriq, dia hanya mengandalkan tabungan. Beruntung, pada awal pertandingan Liga 1, kenaikan gaji wasit sebesar 38 persen sedikit membantu. ’’Saya memang hanya mengandalkan pekerjaan wasit. Bukan hanya Liga 1, Liga 2, bahkan di strata junior juga sama. Tabungan juga akan habis kalau begini terus,’’ terangnya.

Berdasar data, ada 70 wasit di Liga 1 musim ini. Dengan perincian, 30 wasit utama dan 40 asisten wasit. Di Liga 2 musim ini, jumlah wasit mencapai 108 orang. Perinciannya, 46 wasit utama dan 62 asisten wasit. Angka itu belum termasuk wasit-wasit yang bertugas di Elite Pro Academy yang nasibnya juga di ujung tanduk.

Baca Juga: Ditengah Pandemi Covid-19, Dua Pria di Kabupaten Bandung Nekat Curi Tiga Ekor Kambing

Sementara itu, Ketua Komite Wasit PSSI Sonhadji menyatakan, pihaknya tidak tinggal diam melihat situasi yang ada. Sudah ada pembicaraan dengan PT LIB untuk mencari jalan keluar agar para wasit tidak jadi penganggur. ’’Tapi, opsti itu belum ada. Seminggu ini kami berdiskusi dengan LIB, tapi harus diakui kondisi keuangan kami sendiri juga sedang tidak bagus. Kami hanya mengandalkan sponsor, yang sampai sekarang juga belum mau membayar kami,’’ katanya.

Sonhadji hanya bisa pasrah jika memang belum ditemukan solusi. Artinya, keputusan akan nasib wasit hanya ditentukan dengan kejelasan kompetisi. Jika kompetisi kembali bergulir, awal Juni wasit-wasit sudah bisa kembali bekerja. ’’Tapi memang semua harus menyadari kondisi saat ini tidak ada yang menghendaki. Semua di luar kendali kami,’’ ucapnya.

 

(jpc/radarbandung)

Tentang Penulis: FES

Gambar Gravatar
Professional player, the news media team at Digital Radar Bandung, Jawa Pos group. ▪ Also part of the Team in Pojoksatu Bandung from Radar Bogor.