Pemkab KBB Bikin Pasar Online, Warga Silakan Pantau Instagram Disperindag

oleh -
Disperindag Jabar
IST

RADARBANDUNG.id, NGAMPRAH- Pemkab KBB membuat pasar online, warga bisa memeroleh informasinya di akun Instagram Disperindag.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Bandung Barat (KBB), menyarankan pedagang pasar tradisional untuk bertransaksi secara online.

Hal demikian, guna mengurangi resiko penyebaran Covid-19.

Kepala Disperindag KBB, Ricky Riyadi mengatakan, koordinator di sembilan pasar tradisional di KBB telah ditunjuk. Hal itu dilakukan untuk mempermudah masyarakat berkomunikasi saat bertransaksi.

Baca Juga: Pemkab Bandung Wajibkan Warganya Bermasker, Kalau Nggak, Bisa Kena Sanksi!

“Nanti kita akan informasikan melalui akun Instagram milik Disperindag KBB, nomer telpon dan jenis komoditi yang dijual koordinator tersebut. Tadi sudah dirapatkan bersama kepala pasar,” terang Ricky kepada Radar Bandung, Senin (6/4/2020).

Baca Juga: Miris, Jenazah PDP di KBB Ditolak Warga, Diantar ke Pemakaman Lewat Sawah

Ia menjelaskan, untuk pemesanan bisa dilakukan secara langsung dengan berkoordinasi dengan koordinator yang mengkoordinir kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di pasar tersebut.

“Hari ini sudah mulai, untuk pemesanan secara online baik via whatsapp atau telepon secara langsung,” katanya.

Baca Juga: Bupati KBB Aa Umbara Menangis Gegara Masjid Sepi

Ricky menyebut, untuk teknis pengiriman, nantinya diserahkan kepada para pedagang. Saat ini pihaknya akan mensosialisasikan hal tersebut kepada para pedagang pasar tradisional.

“Ini agar pedagang yang lain berminat melakukan transaksi secara online. Untuk mengantar pesanan bisa dilakukan sendiri atau menggunakan jasa ojek di sekitar pasar maupun ojek online,” jelasnya.

Baca Juga: Catat! Mulai Hari Ini, Pemerintah RI Wajibkan Keluar Rumah Gunakan Masker

Ricky berharap, usai seluruh pedagang melaksanakan metode penjualan tersebut bisa mengurangi resiko penyebaran Covid-19 lantaran masyarakat tidak harus langsung datang ke pasar.

“Kalau dihentikan beroperasi (pasar tradisional) kan tidak mungkin. Kebutuhan masyarakat terhadap Kepokmas tidak bisa ditunda. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” pungkasnya.

(kro)