‘Hidup Kedua Kali’, Perjuangan Yana Mulyana Melawan Corona: Kesembuhan Jadi Karunia Tak Ternilai

oleh -
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana

YANA MULYANA menjadi salah satu pasien Covid-19. Setelah menjalani masa yang berat, ia dapat bertahan dan dinyatakan sembuh.

Bagi Wakil Wali Kota Bandung itu, kesembuhannya menjadi karunia yang amat sublim, pelajaran tak ternilai, serta kesempatan kedua untuk menjalani hidup yang jauh lebih bermakna.

MUCHAMAD DIKDIK R. ARIPIANTO, RADAR BANDUNG

HAMPIR dua minggu, sejak tanggal 14 hingga 22 Maret lalu, nama Yana Mulyana tak tercantum dalam siaran rutin agenda Pemerintah Kota Bandung. Sejumlah wartawan yang menyadari itu, bertanya-tanya soal absennya Yana.

Pada tanggal 23 Maret, Walikota Bandung, Oded M Danial pun akhirnya angkat bicara. Oded mengabarkan bahwa Yana tengah sakit. Namun, Oded tak menjelaskan lebih lanjut perihal sakit apa yang tengah diderita oleh wakilnya kala itu.

Di hari yang sama, sejumlah wartawan sempat mengkonfirmasi kabar tersebut kepada Kepala Dinkes Jawa Barat, Berli Hamdani.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Wakil Wali Kota Bandung Positif Corona, Mohon Doa Kepada Warga

Menurut Berli, Yana diduga sakit karena kelelahan. Sementara Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita, yang kala itu juga dimintai keterangan tidak memberikan respons.

Pertanyaan sejumlah wartawan pun akhirnya lunas. Yana muncul lewat sebuah unggahan video di akun media sosial miliknya. Tampil dengan baju pasien dan wajah yang tertutup masker, serta dengan nafas tersenggal, Yana menyampaikan, “Hari ini hasilnya telah keluar dan menyatakan saya positif COVID-19,”.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Bandung Dinyatakan Sembuh dari Corona

Yana positif Covid-19. Sebelum unggahan video tersebut ia telah merasakan gejala dan menjalani perawatan beberapa hari sebelumnya.

Bayangan Kematian dan Rasa Bosan

Meski telah menaruh curiga sejak merasakan gejala pertama, namun Yana tetap saja terpukul kala menerima hasil. Rasa duka pun diakui buncah dan tak terhindari. Kematian, seketika membayang di benak Wakil Wali Kota Bandung itu.

“Jujur saya terpukul. Yang saya ingat adalah kematian,” ujarnya di Bandung, Minggu (5/4/2020) lalu.

Baca Juga: Inilah Kisah Perjuangan Wakil Wali Kota Bandung Sembuh dari Virus Corona

Sebelum dipindah ke rumah sakit, Yana menjalani isolasi mandiri selama empat hari. Awalnya, ia merasakan demam yang ‘ganjil’. Demam yang berbeda dengan demam yang lazimnya ia rasakan.

Padahal, suhu tubuhnya berada di kisaran 36,5 derajat celcius, tapi badannya betapa terasa tak enak, disusul batuk kering. “Demamnya beda, nggak enak, sekitar 36,5,” katanya.

Baca Juga: Pemkot Bandung Sebut Virus Corona Telah Menyebar di Hampir Seluruh Kecamatan, Ini Datanya

Kondisi memburuk, Yana akhirnya dipindah ke rumah sakit dan menjalani perawatan selama 11 hari di ruang isolasi khusus selebar tiga kali tiga meter.

Di ruang sempit itulah Yana merasa bertaruh dengan harapan atau putus asa. Tak hanya sekujur badan, bagi Yana, tekanan pun mendera secara psikologis.

Baca Juga: Miris! Jenazah PDP di KBB Ditolak Warga, Diantar ke Pemakaman Lewat Sawah

Ritme monoton dan rasa bosan menjadi teman baru bagi Yana selama diinapkan sebagai pasien. Dikungkung dinding, ia merasa tersekat dari dunia luar. Tak berjumpa siapapun, kecuali dokter dan perawat, dengan perlakuan yang sama setiap harinya.

“11 hari lebih di tempat yang sama dengan perlakuan yang sama,” ujar Yana.

Baca Juga: PENTING! Ini Ulasan Hasil Penelitian Tim Ahli BMKG soal Hubungan Cuaca dengan Virus Corona

Selama itu, ia tak diizinkan menerima kunjungan dari siapa pun, termasuk keluarganya. Dalam menjalani masa isolasi, ketika memungkinkan, ia menuntaskan rindu pada keluarga tercinta hanya lewat saluran gawai.

Harapan

Dengan infus tertanam di tangan, kondisi lemah dan sulit bernafas, nafsu makan pun raib. Selama isolasi, Yana hanya dikenankan memakan menu rumah sakit. Bubur, kata Yana, seolah jadi modal tenaga untuk bertahan hidup sehari-hari. Selebihnya, ia pasrah dengan sehimpun aneka obat yang wajib diminum dan disuntikan.