Pandemi Covid-19 Diprediksi Berakhir Juli

oleh -
Pandemi Covid-19 Diprediksi Berakhir Juli
Ilustrasi (jpc)

Hasil Simulasi Ikatan Alumni Matematika UI

RADARBANDUNG.id – Kapan pandemi Covid-19 ini berakhir? Bergantung intervensi pemerintah dan disiplin warga dalam menjaga jarak. Ikatan Alumni Matematika Universitas Indonesia (UI) telah membuat simulasi dengan beberapa skenario.

Simulasi dilakukan dengan model susceptible, infected, reported and unreported (SIRU).

Salah satu anggota tim penyusun simulasi Covid-19 Barry Mikhael Cavin menuturkan, ada tiga skenario yang disimulasikan.

’’Kami menggunakan data dari 2 Maret hingga 29 Maret dan intervensi kami hitung sejak 1 April,’’ ujarnya. Dari tiga skenario tersebut, Barry memprediksi, skenario dua yang mungkin terjadi. Yakni, pandemi berakhir pada akhir Juni atau awal Juli.

Barry menyatakan, SIRU juga digunakan di Tiongkok. Kelompok peneliti gabungan dari Prancis dan Tiongkok meneliti kasus hingga kurva Covid-19 selesai. Hasilnya, SIRU sangat akurat untuk menggambarkan kondisi jumlah pasien.

Baca Juga: Wabah Corona, KUA Buka Pendaftaran Nikah Via Online

Barry menambahkan, jika pemerintah terbuka memaparkan data, pemetaan akan lebih akurat. ’’Kalau di Inggris, pemerintah terbuka dan banyak rekomendasi dari peneliti sehingga sesuai dengan evidence,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo dalam rapat dengan Komisi IX DPR pada Jumat lalu menyatakan bahwa bulan ini belum mencapai puncak Covid-19. Menurut skenario yang dikaji Badan Intelijen Negara (BIN), estimasi kasus pada bulan ini mencapai 27.307, sedangkan bulan depan 95.451 kasus. ’’Juni 105.765 kasus dan Juli 106.287 kasus,’’ ujarnya.

Isolasi Mandiri Harus Lapor Puskesmas

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menyatakan, masyarakat yang melakukan isolasi mandiri harus melapor ke puskesmas terdekat. ’’Puskesmas terdekat nanti mengawasi kondisi kesehatan masyarakat yang melakukan isolasi mandiri. Petugas puskesmas sudah tahu apa yang harus dilakukan,’’ ujarnya kemarin (6/4).

Dia menjelaskan, isolasi diri dilakukan oleh orang dalam pemantauan (ODP) yang memiliki ciri-ciri demam atau riwayat demam, batuk, atau pilek; memiliki riwayat perjalanan ke negara yang memiliki transmisi lokal Covid-19; maupun memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di daerah dengan transmisi lokal di Indonesia dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.