Pandemi Covid-19 Diprediksi Berakhir Juli

oleh -
Pandemi Covid-19 Diprediksi Berakhir Juli
Ilustrasi (jpc)

ODP tersebut wajib mengisolasi diri secara sukarela dan tidak meninggalkan rumah selama 14 hari, kecuali ke klinik atau rumah sakit untuk memeriksakan diri. Isolasi mandiri dapat dilakukan di rumah asalkan mengenakan masker, kamar tidur terpisah jika memungkinkan, menjaga jarak fisik dengan anggota keluarga yang lain, serta menggunakan alat makan tersendiri.

’’Keluarga yang memiliki daya tahan tubuh rendah seperti manula, sedang dalam masa pengobatan penyakit kronis (penyakit diabetes/gula, riwayat tumor/kanker), memiliki penyakit autoimun, atau kondisi pernapasan yang tidak prima, perlu diungsikan sementara,’’ katanya.

Yuri menjelaskan, keberhasilan isolasi mandiri tersebut ditentukan beberapa hal. Yakni, tidak ada keluhan dari awal isolasi sampai hari terakhir dan ada keluhan sedikit seperti panas pada awal isolasi, tetapi sembuh setelah isolasi mandiri. Kemudian, jika ada keluhan seperti sesak, demam hingga hari terakhir, isolasi tetap harus dilakukan dan diawasi petugas kesehatan.

Baca Juga: Pemerintah Pikir-pikir Bayarkan THR dan Gaji ke-13 PNS

Parameter keberhasilan dari isolasi mandiri penanganan Covid-19 adalah tanpa keluhan hingga hari terakhir masa inkubasi terpanjang, yakni 14 hari. ’’Sebagai contoh, apabila seseorang terjangkit Covid-19 tanpa keluhan, kemudian hingga hari terakhir isolasi mandiri ia masih tetap sehat dan tanpa keluhan, maka dapat dikatakan berhasil,’’ ungkapnya.

Kemudian, apabila saat awal terjangkit mengalami sedikit keluhan, misalnya batuk atau demam, kemudian dalam masa inkubasi terpanjang tersebut sembuh, itu juga dikatakan berhasil. ’’Jadi, jika sampai hari terakhir tanpa keluhan, berarti berhasil dalam konteks isolasi diri,’’ katanya.

Birokrasi Panjang PSBB

Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memang sudah terbit. Namun, tidak berarti langsung ada penerapan di daerah. Pemda harus memastikan betul kesiapannya sebelum pengajuan PSBB disetujui. Tujuannya, saat diterapkan, PSBB bisa benar-benar berjalan efektif.

Hal tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo setelah rapat kabinet terbatas virtual bersama Presiden Joko Widodo kemarin (6/4). Dia membenarkan bahwa ada sejumlah daerah yang mulai mengajukan status PSBB kepada Kemenkes. Salah satunya DKI Jakarta. Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum PSBB bisa ditetapkan. Selain data peningkatan jumlah dan persebaran kasus beserta transmisi lokal, ada syarat utama lain yang harus dipenuhi. Yakni, informasi kesiapan daerah dalam melaksanakan PSBB. Mulai ketersediaan kebutuhan hidup dasar, sarana kesehatan, hingga jaring pengaman sosial maupun sektor keamanan.

Faktor kesiapan itu penting agar ketika daerah sudah memulai program PSBB, semuanya berjalan baik. Sebab, akan banyak pembatasan yang dilakukan ketika kebijakan tersebut berlaku. Pembatasan-pembatasan yang saat ini masih berupa imbauan atau seruan akan menjadi larangan resmi. ’’Dalam beberapa hal kemungkinan ada penegakan hukum dari aparat yang berwenang,’’ lanjut Doni.

Tentang Penulis: FES

Gambar Gravatar
Professional player, the news media team at Digital Radar Bandung, Jawa Pos group. ▪ Also part of the Team in Pojoksatu Bandung from Radar Bogor.