Masa Penundaan Pilkada Dimanfaatkan Bakal Calon Bupati Guna Menaikkan Elektabilitas

oleh -
Pilkada
ILUSTRASI : Waktu penundaan pelaksanaan Pilkada dimanfaatkan untuk bersosialisasi kepada masyarakat. (ist)

RADARBANDUNG.id, SOREANG – Salah seorang Bakal Calon Bupati Bandung dari Partai Golkar, Uben Yunara memanfaatkan waktu penundaan pelaksanaan Pilkada untuk terus bersosialisasi kepada masyarakat.

Salah seorang Bakal Calon Bupati Bandung dari Partai Golkar, Uben Yunara, mengatakan bahwa penundaan pelaksanaan Pilkada 2020, merupakan sesuatu hal yang bagus. Hal tersebut membuat dirinya memiliki waktu yang lebih lama untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait pencalonannya.

“Sampai saat sudah ada ribuan karyawan yang saya temui,” ucap Uben saat wawancara via telepon, Rabu (8/4).

Baca Juga: Tak Hanya Korban PHK, Ojol Bisa Manfaatkan Kartu Prakerja Rp 3,55 Juta

Mendapatkan dukungan dari para buruh lebih sulit dibandingkan mendapatkan dukungan dari masyarakat umum. Alasannya buruh banyak diisi oleh orang-orang yang berpendidikan.

Kemudian, buruh adalah masyarakat yang tidak menggantungkan hidupnya kepada pemerintah. Intinya buruh adalah masyarakat yang bisa berdiri di kaki sendiri. Hal tersebut membuat buruh sulit untuk diambil dukungannya. Tetapi, menurut Uben, hal tersebut sudah bisa ditangani dengan baik.

“Kita sudah bekerjasama selama bertahun-tahun dengan buruh. Biasanya orang yang bekerja dipabrik, menjadi salah satu tokoh masyarakat. Maka hal tersebut memudahkan saya untuk mengambil dukungan dari masyarakat,” papar Uben.

Ia meyakini, jika terpilih menjadi Bupati Bandung, dirinya bisa menjamin Kabupaten Bandung bebas dari pengangguran. Caranya yaitu, semua masyarakat di Kabupaten Bandung akan mendapatkan rekomendasi pemerintah agar bisa bekerja di industri. Jangan sampai, industri di Kabupaten Bandung diisi oleh pekerja asal luar daerah.

Untuk menyesaikan sejumlah masalah yang ada di dunia kerja, pertama Uben akan memanggil para pengusaha, guna memastikan bahwa pengusaha yang mendirikan perusahaannya di wilayah Kabupaten Bandung harus mampu memenuhi aturan yang berlaku.

“Jika ada perusahaan yang tidak sesuai aturan, saya akan cabut izin usahanya dan mempersilahkan untuk pergi dari wilayah Kabupaten Bandung,” tegas Uben.

Lebih lanjut, Uben menuturkan bahwa pelaksanaan survey bukanlah satu-satunya cara untuk menentukan calon kandidat yang terpilih, apalagi disaat kondisi pandemi Virus Corona ini. Dirinya menyarankan kepada DPP untuk memanggil semua bakal calon kandidat, kemudian rekomendasi calon kandidat ditentukan berdasarkan kemampuan finasial dalam melaksanakan kampanye.

“Dalam Pilkada ini, kita harus menjaga marwah keutuhan Partai Golkar. Hal tersebut sudah dibuktikan selama kepemimpinan Dadang Naser, yang mampu mengangkat nama Kabupaten Bandung menjadi lebih baik dari daerah lainnya,” pungkas Uben.

(fik/b)