Penggunaan Kina untuk Obat Corona di Jabar Tunggu Hasil Penelitian

oleh -
Pekerja melakukan proses penjemuran kulit pohon kina di perkebunan Bukit Tunggul di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kab. Bandung. (Foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Penggunaan Kina untuk Obat Corona di Jabar Tunggu Hasil Penelitian

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Pemerintah terus mencari cara untuk penanganan medis virus Covid-19.

Salah satu yang mengemuka adalah penggunan kina.

Dalam tanaman tersebut disebut-sebut terdapat kinolin yang memiliki kandungan mirip dengan klorokuin fosfat.

Baca Juga: Setelah PvJ, Giliran Metro Indah Mal Bandung Ditutup Paksa

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Berli Hamdani mengungkapkan untuk penggunaan kina sebagai obat bagi pasien yang terinfeksi virus Corona masih menunggu persetujuan lembaga penelitian.

Termasuk juga lembaga yang memiliki izin dan hak terkait peredaran dan penggunaan kina.

“Jabar sebagai sentra penghasil kina terbesar di Indonesia melibatkan beberapa universitas, termasuk Unpad untuk mengembangkan tanaman kina sebagai obat bagi pasien yang terinfeksi virus Corona,” ujar Berli Hamdani.

Berli berharap, dalam waktu dekat bisa mendapatkan hasil atau kabar baik dari tanaman obat yang banyak tumbuh di Jabar tersebut.

Baca Juga: Kecuali Darurat, Kemenkes Minta Dokter Layani Pasien secara Online

“Mudah-mudahan bisa mendapatkan kabar baik dari obat ini,” ucapnya.

Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Unpad, Keri Lestari mengatakan, kuinin sulfat yang ada dalam obat kina memiliki efek yang sama dengan klorokuin dalam menyembuhkan penyakit malaria, yang jenis penyakitnya mirip dengan corona.

“Setelah ditelusuri klorokuin fosfat dengan kuinin sulfat ini punya efek yang sama untuk anti malaria dengan mekanisme kerja yang sama, kalau kita lihat sejarah 1940 tahun, pernah terjadi klorokuin resisten malaria, kemudian diganti kuinin dan hasilnya baik,” pungkasnya.

(muh)