Virus Corona Bikin Kedai Kopi di Bandung Ini Turun Omzet hingga 300%

oleh -
Kedai Kopi Dejima merugi 300 persen akibat wabah Covid-19.

Virus Corona Bikin Kedai Kopi di Bandung Ini Turun Omzet hingga 300%

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung ikut berpengaruh terhadap jam operasional dan kebijakan kedai makan atau minum.

Baca Juga: #diRumahaja, Jangan Lupa Cicipi Menu Makanan Khas Hotel Bintang 5 Crowne Plaza Bandung

Tak bisa dipungkiri, itu juga memberi dampak pada omzet penjualan yang alami penurunan sangat signifikan.

Seperti yang dialami salah satu kedai kopi di Bandung, Dejima yang sampai harus membuat inovasi agar omzet penjualan tidak merugi. Memasuki hari pertama PSBB, Rabu (22/4/2020), Dejima masih beroperasi seperti biasa.

Baca Juga: #MakandiRumahaja ala de Braga by ARTOTEL

Mengacu pada Perwal No.14/2020 tentang PSBB yang salah satunya mengatur restoran atau rumah makan yang menjual makanan dengan waktu operasional mulai pukul 10.00-20.00 WIB.

Manager Operasional Dejima Koii, Budi Hermawan mengatakan, pascapemerintah menetapkan untuk sosial dan physical distancing kedai kopinya mulai alami penurunan jumlah pengunjung.

Hal itu berdampak pada pendapatan harian mereka yang sehari-hari bergantung pada costumer.

“Wabah corona ini dampaknya termasuk ke kita kena juga flow traffic dine in nya. Sudah hampir 2 minggu ini kita memang tidak menyarankan kostumer untuk minum ditempat, karena harus ikut peraturan pemerintah juga kan,” katanya di Dejima Jalan Cirebon, Kota Bandung, Rabu (22/04/2020).

Budi menyebut, penurunan omzet mencapai 300 persen dari hari biasanya. Dalam sehari, kedai kopi yang beroperasi sejak tiga tahun lalu ini hanya mampu menjual 10-15 cup.

Maka, pihaknya mengandalkan orderan online yang terus berdatangan karena rindu dengan citarasa es kopi susu ala Dejima yang pekat.

Ia menambahkan, menjelang bulan suci Ramadan masih akan buka sesuai jam operasional yang berlaku. Meski belum punya formulasi pasti untuk bertahan di tengah wabah, ia optimis banyak masyarakat yang merindukan racikan kopi Dejima.

“Selama bulan puasa diluar wabah ini terjadi, sebenarnya kami alami penurunan. Karena kan gak banyak orang yang ngopi di malam hari, apalagi di sini gak ada jual camilan atau makanan, jadi pure kopi aja,” sambungnya.

Baca Juga: Kangen Sajian Restoran Kereta Api? Pesan Aja Melalui Aplikasi Lokomart, Masih Ada Promo

Sebagai salah satu upayanya, Dejima kini menghadirkan kopi susu literan yang juga dilakukan kedai-kedai kopi lainnya.

Kopi susu literan yang baru diluncurkan dua minggu lalu tersebut disambut antusias para pelanggan yang tidak bisa ke luar rumah karena kondisi yang sedang terjadi.

Baca Juga: Noka Coffee, Hadirkan Cerita Petani di setiap Minumannya

Dejima membuat dua varian kopi literan, pertama SKSD yaitu siganture es kopi susu ala Dejima, dan SKCK yang merupakan perpaduan kopi dengan cokelat dan strawberry.

Dikemas dalam botol kaca berukuran satu liter, kopi susu literan di sini selalu habis diborong pembeli.

“Menjual kopi susu literan ini juga sebagai upaya bisa memperbaiki keadaan finansial kita. Karena jujur ngedrop banget sejak orang-orang work from home. Antusias literan sejujurnya sangat membantu kita, ya walaupun 300% tidak tercover secara keseluruhan tapi masih hasilnya ada,” tandasnya.

(fid)