221 Orang Positif, Hati-hati Covid-19 di Bandung Telah Menyebar di Luar Kluster

oleh -
Relawan Penanganan Corona
SIMULASI: Petugas melakukan penangan pasien saat simulasi penanganan pasien terjangkit virus Corona (Covid-19) di RSUP Hasan Sadikin, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jumat (6/3). (Taofik Achmad Hidayat/Radar Bandung)

221 Orang Positif, Hati-hati Covid-19 di Bandung Telah Menyebar di Luar Kluster

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengungkap sebaran Covid-19 di Kota Bandung sudah terjadi di luar klaster.

Baca Juga: Cerita Warga Bandung Hindari PSBB: Toko Cat Pajang Karung Beras, Ada Warga Rela Diam di Tumpukan Barang

Dinkes menengarai masih masifnya aktivitas masyarakat di luar rumah saat ini sebagai penyebab utamanya.

Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita menyampaikan penyebaran Covid-19 di Kota Bandung telah sampai di luar klaster dengan jumlah yang dikatakan belum terlalu signifikan.

Baca Juga: Paket Sembako Bantuan dari Jokowi Tiba di Bandung Pekan Ini, Mau Tahu Isinya?

“Sampai saat ini penambahan di luar klaster memang tidak terlalu banyak,” ujar Rita, Selasa (28/4/2020).

Meski tidak banyak, namun Rita mengingatkan bukan berarti pemerintah dan masyarat bisa abai terhadap hal tersebut. Sebab, persebaran di luar klaster tentunya menunjukan adanya potensi penularan.

Karena itu, Rita meminta masyarakat agar terus meningkatkan kedisiplinan dengan mengikuti setiap arahan pencegahan Covid-19.

“Tidak ada penularan di luar klaster saja harus sudah waspada banget, disiplin dan ikut anjuran pemerintah,” katanya.

“Kalau masyarakat bisa disiplin dalam melakukan anjuran-anjuran pemerintah, itu akan sangat membantu untuk memutus mata rantai penularan,” tambahnya.

Menurut Rita, saat ini masih banyak masyarakat yang keluar rumah dan tak mengindahkan aturan pemerintah.

Interaksi masyarakat pun, menurutnya, masih sangat aktif di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah berlangsung nyaris selama sepekan. Hal itu, membuka risiko penularan virus.

Sementara Dinkes, terangnya, masih berupaya memetakan sebaran virus melalui tes terhadap sejumlah warga, melalui tes yang dilakukan Labkesda Provinsi Jabar. Namun, ia dalam hal ini mengaku masih juga harus sering mengingatkan masyarakat bahwa hasil tes tidak bisa keluar dengan cepat.

Baca Juga: Selama Ramadan, 28 Kyai Jabar Terlibat Dakwah Virtual Masjid Raya Bandung

“Tentunya kita harus maklum, Labkesda menampung dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat, kabupaten dan kota, jadi pasti ngantri,” ujarnya.

Hingga malam ini, terdata ada sebanyak 221 pasien positif Covid-19 di Kota Bandung. Sebanyak 20 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 28 meninggal dunia.

Baca Juga: Karyawan Minimarket di Antapani Positif COVID-19, Semua yang Pernah Berkunjung Diminta Lakukan Isolasi Mandiri

Untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 575 orang dan 296 dinyatakan selesai pengawasan. Sedangkan total orang dalam pamantauan (ODP) 3.384 orang dengan 2.957 selesai diawasi.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19, Ema Sumarna menyebut angka ODP di Kota Bandung sangat luar biasa.

Ema memprediksi, jumlah kasus positif Covid-19 masih akan bertambah seiring upaya Pemkot melakukan pendeteksian melalui rapid test.

“Rapid test sudah dilakukan kepada 4.000 orang lebih. Kemudian hasil positifnya 371 orang. Tapi itu belum tentu (positif) karena harus tes kembali melalui swab test. Saya berharap semuanya negatif,” pungkasnya.

(muh)