Dianggap Lebih Baik Tangani Pandemi Corona, Ada Faktor Krusial yang Diambil Pemprov Jabar

oleh -
Ridwan Kamil Ajak Arsitek Sumbang Ide ke Pemerintah
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat dianggap lebih baik dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19). Hal ini tidak terlepas dari sejumlah faktor yang krusial.

Diberitakan sebelumnya, lembaga riset Repro Indonesia mendudukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat paling responsif dalam persepsi publik terkait penanganan wabah COVID-19 dibanding DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Repro Indonesia dalam rilis surveinya mencatat masyarakat di keempat provinsi mengaku mudah mengakses info perkembangan kasus COVID-19, terutama di Jabar dengan persentase sebesar 43 persen dan DKI Jakarta 39 persen. Sementara Jateng 35 persen dan Jatim 31 persen.

Dari keempat provinsi, Provinsi Jawa Barat dianggap paling cepat oleh masyarakatnya dalam menangani wabah Covid-19 dibandingkan tiga provinsi lainnya dengan persentase mencapai 38 persen.

Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Muradi menilai setidaknya ada lima faktor yang membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dianggap baik dalam hasil survei tersebut.

Faktor tersebut di antaranya respon cepat melakukan langkah strategis melokalisir penyebaran saat Jakarta ditetapkan sebagai episentrum virus corona. Pasalnya, secara secara geografis, Jabar dan DKI Jakarta berdekatan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil melakukan hal tersebut dengan manajemen yang terukur, terlepas dari tudingan sebagian pihak tengah mengambil momentum. Salah satu contohnya adalah inisiatif mengajukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kepada pemerintah pusat.

“Misalnya pengambilan (usulan) PSBB provinsi Jabar berani melakukan, itu bukan semata-mata ikut-ikutan, tapi juga intuisi dari sense of crisis,” kata dia, Sabtu (2/5/2020).

Kemudian, pola komunikasi antara Gubernur dan Bupati Wali Kota bisa berjalan baik meski saat awal menjabat terjadi semacam jarak. Faktor terakhir adalah mengenai akselerasi.

“Akselerasi penting misalnya keberanian gubernur mengusulkan PSBB provinsi, walaupun tidak banyak penyebaran di Jabar, tapi langkah akselerasi ini sangat tepat,” katanya.

Muradi menilai momentum penanganan COVID-19 menjadi ajang Ridwan Kamil menantang kemampuan kepemimpinannya dengan melakukan sejumlah tindak lanjut serta kebijakan yang terstruktur dan sistematis. (rls/dbs)