Sumbangsih untuk Dunia Pendidikan, UPI Luncurkan Buku ‘Pendidikan Menuju Indonesia Emas’

oleh -

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung meluncurkan buku setebal 2020 halaman. Buku bertajuk ‘Pendidikan Menuju Indonesia Emas’ dengan 84 judul tersebut, ditulis oleh 94 orang mulai dari dosen, guru besar hingga pemerhati pendidikan.

Rektor UPI, Prof. Asep Kadarohman menuturkan, peluncuran buku ‘Pendidikan Menuju Indonesia Emas’ bertepatan dengan peringatan
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Sabtu (2/5/2020).

“Hardiknas jadi momentum tepat sebagai waktu peluncuran buku ini karena kami (UPI) merupakan perguruan tinggi dengan jati diri pendidikan,” ucap Asep saat ditemui disela-sela peluncuran buku ‘Pendidikan Menuju Indonesia Emas’ di Gedung Parter UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Sabtu (2/5/2020).

Asep melanjutkan, pembuatan buku tersebut digagas Prof. Dr. Mohammad Ali yang sudah dirancang pada akhir tahun 2019. Gagasan tersebut kemudian disampaikan pada dosen dan guru besar UPI, serta kalangan praktisi pendidikan di Indonesia untuk ikut berpartisipasi memberikan tulisannya.

“Proses penulisannya dimulai sejak Januari sampai Maret, kemudian memasuki masa penyuntingan. Para penulisnya juga memang ahli di bidangnya,” jelasnya.

Kata Asep, isi buku setebal 2020 itu menyampaikan landasan filosofis, teoritis, akademik hingga praktik sebuah proses pendidikan. Menurutnya, tujuan dari gagasan-gagasan yang ditulis diharapkan menjadi road map dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang siap bersaing di 2045.

“Dalam buku ini ditulis bagaimana menyiapkan SDM masa depan yang adaptif (mudah menyesuaikan) terhadap perubahan. Kaitan dengan proses pendidikan, yaitu bagaimana kita menyiapkan generasi masa depan yang unggul, berdaya saing tinggi di 2045 nanti,” tegas Asep.

Asep menyebut, buku tersebut sangat kaya dari kajiannya dan bersifat tran-disipliner. Buku ‘Pendidikan Menuju Indonesia Emas’
juga sangat cocok semua kalangan mulai dari pengambil kebijakan, praktisi pendidikan, hingga masyarakat umum.

“Rencananya buku ini akan dicetak dalam enam bagian sesuai dengan topik atau kelompok bidang keilmuan masing-masing. Kemudian didistribusikan ke sejumlah stakeholder. Kami juga akan bekerjasama dengan penerbit agar bisa diperbanyak sehingga masyarakat umum bisa membacanya,” pungkasnya.

(muh/b)