VIRAL Kemunculan Bintang Tsurayya Penyembuh Virus Corona di Langit Indonesia, Ini 5 Faktanya

oleh -

Viral Kemunculan Bintang Tsurayya Penyembuh Virus Corona Muncul di Langit Indonesia

RADARBANDUNG.id- Sebuah video yang diklaim penampakan bintang Tsurayya sebagai pertanda berakhirnya wabah virus Corona saat ini viral di jagad maya.

Dalam agama Islam, kemunculan bintang Tsurayya diyakini sebagai tanda berakhirnya pagebluk sebuah penyakit.

Salah satu akun yang memposting kemunculan bintang Tsurayya di antaranya adalah akun Instagram @neng_update dengan menambahkan narasi:

“Subhanallah… Bintang TURAYA di pagi hari… benar yang di katakan Rosululah… akan habis Wabah Covid-19. apa bila ada Bintang di pagi hari. Itulah Bintang Turaya… Alhamdulillah. habis sudah sak wasanga manusia dengan adanya BUKTI. Bintang itu disaksikan byk orang.”

Selain itu juga ada akun instagram Setiawan_26201 dengan membagikan sebuah video yang diklaim penampakan bintang Tsurayya.

Lantas bernarkan telah muncul bintang Tsurayya? Berikut beberapa fakta bintang Tsurayya:

1.Tsurayya atau Tsuraya atau ats-Tsuaya

Tsurayya atau ats-Tsuaya (Tsuraya) adalah nama bintang dalam bahasa Arab untuk menyebut bintang dari gugus bintang Pleiades. Secara astronomi, Tsurayya adalah Pleiades atau Messier 45 (M45).

Tsurayya bukanlah bintang tunggal, melainkan sebuah gugusan bintang terbuka yang beranggotakan sekitar 1.000 bintang yang saling terikat secara gravitasional. Namun dari jumlah ini, biasanya hanya 14 saja yang bisa dilihat dengan mata telanjang, bahkan biasanya hanya 7 saja yang kuat bersinar dan nampak dari bumi.

Jika ada penampakan hanya satu bintang atau bintang tunggal bisa dipastikan bukanlah Tsurayya. Para astronom meyakini kemunculan bintang tunggal yang kini videonya beredar di masyarakat adalah penampakan Mars bukan Tsurayya.

2.Berjarak Dekat Dengan Bumi

Mayoritas bintang Tsurayya berusia muda dan berjarak rata-rata 430-440 tahun cahaya dari bumi. Gerombolan bintang ini jika dilihat dari bumi biasanya tampak melayang perlahan dengan kecepatan sekitar 40 km perdetik.

Banyak dari bintang dari gugus ini bersinar ratusan kali lebih terang dari matahari sehingga bisa nampak bercahaya meskipun di siang hari.

3.Bintang Tsurayya Banyak Dikaitkan dengan Legenda

Di Yunani, penampakan Tsurayya yang berjumlah tujuh dikenal sebagai Seven Sisters juga disebut sebagai Seven Virgins dan dikaitkan dengan putri-putri Atlas dan Pleione.

Di Jepang, bintang ini dikaitkan dengan Subaru dan menjadi perlambang banyak kebaikan.

Di Jawa, Tsurayya dikaitkan dengan legenda Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari yang turun dari langit yang lantas pakaiannya disembunyikan Jaka Tarub.

4.Dalam Islam, Tsurayya Pertanda Berakhirnya Bencana

Rasulullah Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam (SAW) bersabda:

إِذَا ارْتَفَعَ النَّجْمُ رُفِعَتِ الْعَاهَةُ عَنْ أَهْلِ كُلِّ بَلَدٍ

“Jika Bintang (Najm atau Tsurayya) naik, maka diangkatlah penyakit/virus dari penduduk seluruh negeri” (HR. at-Thabrani)

إِذَا طَلَعَ النَّجْمُ صَبَاحًا رُفِعَتِ الْعَاهَةُ عَنْ أَهْلِ كُلِّ بَلَدٍ

“Jika Bintang (Najm) terbit pada pagi hari, maka diangkatlah penyakit/virus dari penduduk seluruh negeri” (HR. Abu Daud)

مَا طَلَعَ النَّجْمُ قَطُّ وَفِي الْأَرْضِ مِنَ العَاهَةِ شَيْئٌ إِلَّا رُفِعَ

“Tidaklah terbit Bintang (Najm), sementara di bumi tengah dilanda penyakit/virus, melainkan (penyakit/virus) itu diangkat” (HR. Ahmad)

5.Kapan Tsurayya Muncul di 2020?

Para pakar astronomi menyebut pada periode 12 Mei – 6 Juni 2020, Matahari akan berada di Buruj Tsaur (zodiak Taurus) dan Buruj jawza (zodiak Gemini), di Manzilah (posisi) Bintang Tsurayya.

Namun, yang muncul pada pagi harinya adalah bintang Syarthin (Alnath) pada tanggal 12 Mei dan Bathin (Allothaim) pada tanggal 25 Mei 2020.

Kemudian pada tanggal 7 Juni 2020, pada waktu Fajar, akan terbit bintang-bintang Tsurayya. Kemunculan Tsurayya pada waktu Fajar ini sekaligus menandakan masuknya Musim Panas dan berakhirnya Musim Semi.

Tsurayya mulai terbit di Ufuq Timur pada pukul 04.52 WIB. Jadi kalau ingin melihat bintang Tsuraya di Indonesia, tanggal 7 Juni adalah waktunya.

Dan mudah-mudahan Allah SWT segera mengangkat pandemic Covid-19 yang sedang melanda dunia saat ini. Amin.

(ngopibareng/ysf)