PSBB Virus Corona Diperpanjang Saat Puasa, Hati-Hati Loh

oleh -
Ilustrasi/ist

PSBB Virus Corona Diperpanjang Saat Puasa, Hati-Hati Loh

RADARBANDUNG.id- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah diperpanjang, termasuk di Jawa Barat.

Alhasil, itu membuat Anda WFH lebih lama, tapi hati-hati, itu justru rawan konflik.

Baca Juga: Welcome Mei, Intip Nasib Keberuntungan bagi 12 Zodiak

Kasus virus corona terus meningkat. Catatan terbaru, sudah lebih dari 10 ribu orang yang terkena. Ini membuat masa PSBB di beberapa kota diperpanjang dan memaksa banyak orang untuk tinggal di rumah saja. Tapi, hati-hati, ya, kelamaan di rumah bisa bikin konflik keluarga meningkat!

Sebab, ada daerah yang memperpanjang masa PSBB dan ada juga yang baru menerapkannya. Hal ini membuat Anda akan semakin lama di rumah, tidak bisa kemana-mana lagi.

Baca Juga: #DiRumahAja, Yamaha Tantang Bikin Jingle Nmax, Begini Caranya Buat Ikutan

Sayangnya, kelamaan di rumah juga bisa bikin Anda dan anggota keluarga lainnya malah berkonflik. Intensitas waktu bertemu yang terlalu sering membuat Anda malah bisa cekcok dengan anggota keluarga lainnya. Wajar, ketemunya itu-itu saja.

Sering Bertemu, Malah Rawan Konflik

Sering bertemu justru bisa menjadi Anda dan keluarga rawan konflik. Gesekan semakin kuat ketika setiap individu saling bertemu dan berhubungan satu sama lain.

Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, hal pertama yang paling mungkin menyebabkan konflik adalah miskomunikasi.

Mau tidak mau, Anda jadi sering berkomunikasi dengan anggota keluarga lainnya. Nah, di situ bisa terjadi miskomunikasi yang berujung konflik.

“Bisa jadi rawan konflik. Pertama karena komunikasi, mungkin setiap harinya komunikasinya kurang karena kesibukan masing-masing, sedangkan kalau di rumah mau tidak mau harus berkomunikasi. Baru ketahuan ada perbedaan komunikasi, akhirnya berujung konflik,” ujar Ikhsan seperti dilansir dari laman KlikDokter, Minggu (3/5/2020).

Kalau sudah begini, harus ada yang mengalah satu di antara yang lainnya. Supaya konflik bisa segera mereda dan melanjutkan kehidupan di rumah untuk beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Agar Terhindar dari Infeksi Virus Corona, Hindari Makanan Ini saat Sahur!

Apa Saja Pemicu Konflik Selama PSBB?

PSBB, tepatnya semenjak ada virus corona, membuat segalanya berubah. Orang harus terbiasa dengan kondisi tetap di rumah untuk belajar, bekerja dan beribadah.

PSBB karena virus corona juga pasti menghantam beberapa sektor, seperti ekonomi yang paling kentara. Akhirnya, hal itu pun bisa berujung konflik. Sebenarnya, apa saja pemicu konflik pada masa PSBB ini? Berikut jawabannya:

Masalah Ekonomi

Masalah dalam keluarga yang muncul saat PSBB antara lain adalah soal pendapatan. Selama ini mungkin ada yang pendapatannya sudah cukup, tapi ternyata setelah PSBB pendapatan kurang atau dipotong.

“Akhirnya itu bisa timbul konflik dengan pasangan. Penurunan pendapatan memang sangat berpengaruh,” ujar Ikhsan Bella Persada.

Terlalu Lelah WFH

PSBB memaksa beberapa kantor menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Namun ternyata, menjalani WFH tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi bagi Anda yang punya anak kecil.

Biasanya, ini juga menjadi biang keladi konflik antara suami dan istri. Siapa yang harus mengurus, siapa yang bisa menenami anak bermain perlu dibicarakan. Misalnya, suami dan istri menyepakati soal jam pengasuhan anak.

Istri misalnya mengasuh dari jam 8 pagi sampai 12 siang. Sedangkan suami sisanya sampai sore. Bergantian adalah cara yang efektif.

Gaya Pengasuhan Anak Berbeda

Menurut Ikhsan, ini juga bisa menimbulkan konflik di antara keluarga. Selama ini mungkin tidak muncul gaya pengasuhan anak karena waktu yang kurang dengan alasan sibuk bekerja. Pada saat PSBB seperti ini, akhirnya ketahuan.

Baca Juga: 5 Jenis Makanan Berbuka Puasa untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Pandemi

“Konflik lainnya adalah misalnya cara istri atau suami dalam pengasuhan anak memiliki perbedaan. Misalnya si suami terlalu keras, sedangkan istri lembut. Nah, baru ketahuan ada perbedaan di PSSB itu,” tutur ikhsan.

“Akhirnya timbul konflik. Mungkin selama ini pengasuhan lebih banyak ke istri atau asisten rumah tangga, ketika berdua terus-terusan di rumah, pola asuh ternyata tak sejalan,” kata Ikhsan.

Perbedaan Pendapat

Lalu, ada perbedaan pendapat. Hal ini sebenarnya berkaitan dengan soal komunikasi sebelumnya. Mungkin, selama ini keduanya sama-sama kerja, jarang bertemu.

Namun ketika PSBB yang mana harus berada di rumah setiap hari, antar keluarga jadi lebih sering ketemu.

“Awalnya masih bisa terima perbedaan pendapat, tapi lama kelamaan kalau misalnya beda pendapat terus tanpa diutarakan maksudnya bagaimana, itu bisa menimbulkan konflik lebih parah,” ungkap Ikhsan Bella.

Dampak Apa yang Muncul Saat Ada Konflik Keluarga PSBB?

Masalah keluarga saat PSBB yang disebabkan oleh kekurangan uang, perbedaan pendapat, dan bahkan karena anggota keluarga jadi marah-marah terus efek bosan atau stres, ini bisa menyebabkan keretakan rumah tangga, lho.

Dikutip dari South China Morning Post, dampak karantina di rumah saat PSBB atau lockdown menyebabkan angka perceraian menjadi tinggi di beberapa negara, salah satunya di Jepang.

Menurut Chie Goto, pengacara perceraian untuk Kantor Hukum di Kota Nishinomiya, tingkat perceraian di Jepang saat pandemi COVID-19 meningkat. Ia mengatakan, para pasangan sedang menghadapi “situasi yang jarang dialami sebelumnya”.

Contohnya, situasi pasangan yang bekerja di rumah, dipecat atau kehilangan pekerjaan, anak-anak jadi harus di rumah terus setiap hari, ini bisa memicu masalah keluarga muncul.

Baca Juga: Ini Dia 8 Menu Sahur yang Bisa Buat Kamu Berenergi Sepanjang Hari 

“Rumah telah menjadi tempat kerja dan itu adalah penyebab utama masalah. Orang-orang merasa stres ketika lingkungan mereka berubah dan itu dapat menyebabkan celah besar muncul dalam pernikahan, ” tulis Goto di dalam blog-nya.

Kalau sudah begini, apa yang mesti dilakukan? Ikhsan menjelaskan komunikasi adalah hal yang paling utama. Bisa juga melakukan kegiatan yang disenangi secara bersama-sama.

Baca Juga: Kalori 1 Mangkuk Kolak Lebih dari Sepiring Nasi

“Komunikasi paling utama, mau apapun masalahnya, semuanya harus dibicarakan. Misalnya, salah satu ada yang kena pengurangan gaji atau dirumahkan, bicarakan antara suami dan istri. Sebaiknya bagaimana harus apa dalam kondisi seperti ini, itu dipikirkan bersama. Pengeluaran apa yang perlu ditekan,” kata Ikhsan.

“Melakukan kegiatan menyenangkan yang bareng-bareng. Misalnya berkebun bersama keluarga. Itu seru pasti kalau sama anak-anak. Bisa juga menonton bersama, ini juga perlu dilakukan sesekali,” kata Ikhsan.

Selain untuk menyenangkan diri sendiri dan keluarga, melakukan aktivitas seperti itu bisa membuat komunikasi antara Anda dan anggota keluarga lain jadi lebih baik.

Meredam konflik di keluarga pada masa seperti sekarang ini sangat diperlukan. Semua hal perlu diatasi dengan kepala dingin dan komunikasi yang lancar. Supaya PSBB dan WFH tidak malah menjadi mimpi buruk di kemudian hari.

Jadi sudah jelas, bahwa konflik atau masalah keluarga di masa PSBB ini rentan terjadi. Salah satu cara menghindarinya adalah berkonsultasi ke psikolog untuk menemukan cara atau tips agar tidak stres dan bertengkar di rumah.

(klikdokter/ysf)