Mengenang Momen Saat Didi Kempot Kembali Melejit di Industri Musik

oleh -
Jauh sebelum nama Didi Kempot kembali melejit di Indonesia, namanya sudah sempat terdengar di Asia hingga Eropa sekitar puluhan tahun silam. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Mengenang Momen Saat Didi Kempot Kembali Melejit di Industri Musik

RADARBANDUNG.id- Meninggalnya Didi Kempot tadi pagi setelah mengalami henti jantung membuat banyak orang kaget.

Baca Juga: Didi Kempot Meninggal, Ridwan Kamil Ucapkan Belasungkawa

Sebab, selama ini dia dikenal publik dalam kondisi sehat dan kerap muncul dalam berbagai kesempatan baik di panggung on-air maupun off-air.

Nama Didi Kempot begitu populer di kalangan masyarakat beberapa tahun belakangan.

Baca Juga: RS Ungkap Kronologi Meninggalnya Didi Kempot

Puncaknya terjadi pada 2019 dimana dia dibanjiri begitu banyak job dan memiliki penggemar fanatik.

Menariknya musisi yang sudah 30 tahun berkarir di industri musik Indonesia ini memiliki barisan penggemar fanatik dari kalangan anak-anak muda.

Pengamat musik Bens Leo menganggap meroketnya Didi Kempot beberapa tahun belakangan tidak lepas dari peranan sosial media.

Anak-anak muda, katanya, sudah mulai jenuh dengan lagu-lagu yang ada. Mereka pun mencari panggung yang berbeda dan ketemulah dengan sosok Didi Kempot lewat media sosial dan Youtube.

“Industri musik berubah. Era digital membuat banyak perubahan,” ujar Bens Leo kepada JawaPos.com dalam sebuah kesempatan.

Bens Leo sempat mengungkap momen mejelitnya kembali nama Didi Kempot di industri musik tanah air.

Diungkapkan Bens Leo, pelantun Stasiun Balapan itu mencapai puncak momentum saat menjadi bintang tamu di acara Kompas TV dan diwawancarai oleh Rosi.

Baca Juga: Innalillahi! Didi Kempot Meninggal Dunia, Pukul 07.45 WIB

Momen wawancara itu dinilainya penting karena menjadi semacam deklarasi kalau fans fanatik Didi Kempot adalah anak-anak muda yang belum tentu mengerti bahasa Jawa.

“Di acaranya itu, Rosi yang tidak mengerti bahasa Jawa tapi diterjemahkan oleh Didi Kempot yang lucu. Salah satu sesi acaranya, pas penonton diminta untuk nyanyi ternyata yang muncul pertama kali adalah perempuan cantik dari Bali dan dia belum tentu mengerti bahasa Jawa. Tapi dia mempelajari lagu-lagunya Didi Kempot dengan baik karena suka,” paparnya.

Baca Juga: GodFather Of The Broken Heart ‘Didi Kempot’ Rilis Single “Tulung”

Sementara itu, Adib Hidayat selaku Editor in Chief Billboard Indonesia mengungkapkan peristiwa penting yang berhasil menaikkan nama Didi Kempot lagi di industri musik Indonesia.

Salah salah satu momennya adalah ketika Didi Kempot manggung di acara off-air yang digagas oleh Gofar Hilman di Solo, Jawa Tengah.

“Dari situ seperti ada fenomena bahwa tidak hanya orang yang suka lagu Jawa yang menyukai Didi Kempot,” terang Adib Hidayat.

Baik Bens Leo maupun Adib Hidayat sama-sama sepakat bahwa lagu bertema cinta membuat Didi Kempot mudah merangkul barisan penggemar dari kalangan anak-anak muda.

Sejumlah tema dari lagu Pakde bahkan dialami oleh anak-anak muda di kehidupan nyata. “Didi Kempot digemari karena ternyata lagunya nyambung dengan rata-rata para penikmatnya,” ungkap Adib Hidayat.

Jauh sebelum Didi Kempot kembali melejit beberapa tahun belakangan, namanya sudah sempat terdengar di Asia hingga Eropa sekitar puluhan tahun silam.

Dia bahkan sudah sempat manggung di sejumlah negara kala itu. Seperti di Suriname, Belanda, Hongkong, Singapura dan Taiwan.

(jpc)