Pemkab KBB Tak Lagi Kirim Daging Ayam dalam Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

oleh -
Warga RW 13 Desa Citapen, Cihampelas, Kab. Bandung Barat (KBB) mengeluhkan isi paket sembako bantuan Covid-19 dari Pemkab berisi daging ayam yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap. (ist)

Pemkab KBB Tak Lagi Kirim Daging Ayam dalam Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

RADARBANDUNG.id, NGAMPRAH- Pemkab Bandung Barat akan mengganti item daging ayam beku dengan komoditas sembako yang dinilai lebih tahan lama dalam pendistribusian bantuan sosial (Bansos) kepada warga terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Pemkab KBB Salurkan 4.324 Paket Sembako Bantuan COVID-19 ke 7 Kecamatan, Isinya Tetap Daging Ayam

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, telah meminta Dinas Sosial untuk tidak memasukkan daging ayam beku ke dalam bantuan yang akan didistribusikan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Warganya Terima Sembako Ayam Potong Busuk, Ini Kata Kades Citapen KBB

“Semuanya harus diganti dengan yang kuat lama. Hasil rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pak Kejari dan pak Kapolres juga minta ayam diganti dengan yang kuat lama sampai sebulan atau dua bulan,” ungkap Aa Umbara, Selasa (5/5).

Sebelumnya, Panja Percepatan penangananan Covid-19 DPRD KBB telah mengingatkan Dinsos untuk mengganti komoditi bansos bagi warga PSBB, dengan tidak menyertakan daging ayam beku.

Hal itu lantaran sempat ditemukan empat paket sembako berbau tidak sedap dan mengakibatkan tidak layak konsumsi oleh penerima manfaat.

Bandung Barat sendiri menerapkan PSBB di 7 kecamatan, yakni Lembang, Parongpong, Ngamprah, Batujajar, Cipatat, Cisarua dan Padalarang.

Baca Juga: Dimulai Besok, PSBB KBB Tetap Berlaku di 7 Kecamatan

Di 7 kecamatan itu, setidaknya ada 4.324 Kepala Keluarga (KK) yang berhak menerima bantuan sembako.

Diri sisi dukungan anggaran, Aa Umbara memastikan KBB tak kekurangan. Selain untuk sembako, anggaran pengamanan dan kesehatan telah disiapkan dengan total dana mencapai Rp225 miliar.

“Anggaran bantuan sosial tak perlu khawatir kita sudah ada Rp225 miliar. Dana itu juga buat kesehatan, bantuan PSBB, pengamanan dan banyak lagi,” pungkasnya.

(kro)