Rocket Rockers Gubah Lagu ‘April’ Fiersa Besari Jadi Ngepunk

oleh -
Rocket Rockers

Rocket Rockers Gubah Lagu ‘April’ Fiersa Besari Jadi Ngepunk

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Kendati harus beraktivitas di tengah pandemi, trio pop-punk asal Bandung, Rocket Rockers seakan tidak kehabisan energi untuk menghibur pendengarnya.

Baca Juga: Grup Vokal Asal Cianjur, Putih Abu Abu Rilis Single Religi

Setelah merangkul Stand Here Alone dengan single Maha Benar, kali ini Aska (vokal, gitar), Bisma (bas), dan Ozom (drum) kembali hadir dengan karya baru yaitu merilis lagu cover milik penyanyi Fiersa Besari yang berjudul April.

Persembahan lagu cover ini untuk menghibur para Rocket Rockfriends-sebutan penggemar– yang masih terus menunggu karya mereka. Jika dibandingkan dengan aslinya, Rocket Rockers berhasil menghadirkan April dengan nuansa baru.

Baca Juga: GodFather Of The Broken Heart ‘Didi Kempot’ Rilis Single “Tulung”

Sebelumnya, kedua musisi asal Bandung ini memang kerap tampil berkolaborasi. Sebut saja penampilan di Synchronize Festival 2019, yang mana Rocket Rockers bahkan tampil satu formasi dengan Fiersa Besari. Selain itu, Fiersa juga pernah membawakan ulang salah satu hits Rocket Rockers, Hari Untukmu.

“Lagu April punya tantangan tersendiri. Judul yang unik, lirik dengan gaya bahasa yang lugas, tempo khas lagu balada yang lambat, dan nuansa akustik yang kental, menjadi beberapa hal yang kami pertimbangkan untuk mengacak-acak lagu itu. Gimana caranya lagu ini dibikin beda banget sama aslinya. Liriknya boleh galau, tapi harus enak buat RRF moshing sambil loncat-loncat menikmatinya,” kata Bisma.

Baca Juga: Tetap Eksis, The Virgin Rilis Single Baru ‘Sampai Nanti’

Menurut Bisma, di mata awak Rocket Rockers. Fiersa Besari adalah sosok seniman yang komplet. Dia berhasil mengeksplorasi berbagai kreativitas selain musik, salah satunya menulis buku.

Selain merilis April, mereka juga membuat beberapa platform yang bisa dimanfaatkan RRF agar bisa lebih dekat dengan Rocket Rockers. Platform yang diluncurkan adalah podcast, webseries, dan banyak konten digital untuk menemani hari-hari #dirumahaja.

“Seluruh proses penggarapan konten dibuat dengan tim yang minimalis. Basecamp disulap jadi studio. Meskipun produktif, tapi tetap harus proses produksi dengan memperhatikan standar keamanan dan kesehatan dari pemerintah,” tutur Bisma.

(fid/radarbandung)