6 Karyawan BUMN Positif, Kasus Corona di Subang Terus Bertambah

oleh -
Relawan Penanganan Corona
SIMULASI: Petugas melakukan penangan pasien saat simulasi penanganan pasien terjangkit virus Corona (Covid-19) di RSUP Hasan Sadikin, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jumat (6/3). (Taofik Achmad Hidayat/Radar Bandung)

6 Karyawan BUMN Positif, Kasus Corona di Subang Terus Bertambah

RADARBANDUNG.id, SUBANG- Penyebaran virus corona di Kab. Subang terjadi di berbagai kalangan. Mulai masyarakat, tenaga medis, hingga karyawan BUMN di Pantura.

Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kab Subang, dr.Maxi menyampaikan, jumlah pasien Positif Covid-19 di Subang terus bertambah.

“Pasien positif Corona di Subang terus bertambah. Hari ini tercatat ada enam orang positif. Dari sebelumnya 29 orang kini menjadi 35 orang,” ujar Maxi di Posko Gugus TGTPP Covid-19 Subang Jalan Aria Wangsa Goparana, Selasa (12/5/2020).

Menurut Maxi, keenam karyawan BUMN tersebut dinyatakan positif dari hasil tes swab dan merupakan kluster dari salah satu BUMN di Subang, tepatnya berada di wilayah Kecamatan Ciasem.

Ia berharap, proses penyembuhan ke enam pasien tersebut berjalan lancar dan dapat segera pulih 100%.

“Untuk isolasi keenam orang tersebut hari ini kita bicarakan dengan RSUD Subang. Untuk keluarga, kami sampaikan simpati kami, semoga diberi kekuatan dalam menghadapi situasi ini,” ucapnya.

Sebagai antisipasi, BUMN menerapkan penyesuaian sistem kerja yang bertujuan untuk menekan penyebaran COVID-19.

Tindakan ini merupakan langkah yang diambil BUMN dalam rangka memberikan perlindungan maksimal kepada pegawai, keluarganya dan bahkan nasabah dari kemungkinan terpapar Covid-19 yang kini telah menjadi Pandemi global.

Dijelaskan Maxi, dengan ditemukannya 6 pasien positif di salah satu komplek ini sudah mengindikasikan bahwa, penularan bukan lagi impor dari kota lain, tapi sudah menular antar orang di lokasi yang sama.

“Artinya ada transmisi lokal. Setelah kita berhasil memutus kluster di Kasomalang muncul fenomenanya kedua,” katanya.

“Intinya kami akan menyisir lagi sisa yang masih belum direvisi di komplek itu, kita akan memutus potensi penularan, kita bisa memisahkan kelompok yang beresiko,” pungkasnya.

(anr)