Siswa Baru di Kota Bandung Diminta Daftar Secara Online, Begini Penjelasan Disdik

oleh -
sma
PENDIDIKAN: Sejumlah siswa dan orang tua menunggu Pendaftaran Penerimaan Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMA-SMK di SMAN 2 Bandung, Kota Bandung, Senin (17/6/2019). (Foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Siswa Baru di Kota Bandung Diminta Daftar Secara Online, Begini Penjelasan Disdik

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung akan mengalami perubahan mekanisme.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Cucu Saputra menjelaskan, perubahan disesuaikan dengan protokol kesehatan terkait pencegahan Covid-19.

Baca Juga: PPDB Jabar 2020/2021 Digelar Daring, Simak Syarat dan Tahapannya

Menurut Cucu, jika pada PPDB sebelumnya orang tua siswa calon peserta perlu datang ke sekolah tujuan untuk membawa berkas pendaftaran, di tahun ini pendaftaran dilakukan di sekolah asal.

Pendaftaran dilakukan secara daring oleh orang tua melalui bantuan wali kelas.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Warga Bandung Lebih Banyak Gadai Perhiasan Emas

“Tahun lalu daftarnya ke sekolah tujuan. Sekarang pendaftaran dilakukan di sekolah asal. Itu untuk menghindari agar orang tua tidak berbondong-bondong datang ke sekolah sehingga menimbulkan kerumunan,” ungkap Cucu, Selasa (12/5/2020).

Dengan pola ini, wali kelas harus memberikan pemahaman yang komprehensif kepada orang tua siswa tentang mekanisme baru PPDB 2020. Wali kelas pula yang membantu mendata dan mendaftarkan para siswa kepada operator sekolah.

“Caranya, orang tua akan berhubungan dengan wali kelas. Kenapa bisa? Karena selama pandemi Covid-19 ini sudah ada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sudah terbangun pola komunikasi wali kelas dengan orang tua, ada yang melalui WA grup dan sebagainya,” jelas Cucu.

Cucu menyebutkan, secara umum PPDB 2020 akan terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap pendataan dan tahap pendaftaran. Tahap pendataan dilakukan pada 11 Mei–13 Juni 2020.

“Jadi nanti persyaratan PPDB itu dikirimkan oleh orang tua dalam bentuk data digital, baik KTP, Kartu Keluarga, dan sebagainya. Difoto atau di-scan, kemudian dikirimkan ke wali kelas. Wali kelas yang nanti akan mengolah, lalu disampaikan ke operator sekolah,” bebernya.

“Dari situ, operator yang akan melakukan upload ke sistem melalui ppdb.bandung.go.id. Satu sekolah akan ada satu operator. Ketika upload itulah yang disebut dengan proses pendataan,” imbuhnya.

Baca Juga: Berwisata di Tengah Pandemi Corona? Bukan Hal Mustahil Kok, Nih Buktinya dari Mahasiswa Unpad

Setelah operator mengunggah data siswa, sistem akan memunculkan username setiap siswa. Username tersebut akan diberikan kepada orang tua siswa melalui wali kelas. Dengan username tersebut, orang tua harus mengecek data pendaftaran yang sudah diunggah. Jika data tersebut sudah betul, lalu orang tua melakukan verifikasi.

Baca Juga: Ridwan Kamil Buka Peluang Warga Jabar Dapat Berlebaran dalam Situasi Normal

“Nanti orang tua memverifikasi sendiri. Apakah namanya sudah benar, alamatnya benar, sekolah tujuannya, pilihan jalurnya, dan sebagainya. Kalau ada data yang salah, orang tua bisa mengonfirmasi ke wali kelas untuk dibetulkan datanya ke operator,” ujar Cucu.

Orang tua tidak dapat mengubah sendiri data siswa. Hanya operator yang bisa mengakses sistem data, sedangkan wali kelas adalah perantara antara orang tua siswa dengan operator. Dengan begitu, komunikasi dan koordinasi bisa berjalan dengan teratur.

Pola ini berlaku untuk PPDB SD dan SMP. Namun bagi orang tua calon siswa SD yang tidak mengikuti Taman Kanak-kanak, bisa mendaftarkan diri langsung ke sekolah tujuan. Sedangkan untuk PPDB SMA diatur oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat.

“Bagi yang tidak TK, jangan khawatir. Nanti bisa langsung ke SD tujuan, di sana akan ada helpdesk yang akan memandu,” jelasnya.

(dik)