Pasutri Warga Cimahi Disarankan Tunda Dulu Kehamilan Ditengah Pandemi Covid-19

oleh -
Ilustrasi

Pasutri Warga Cimahi Disarankan Tunda Dulu Kehamilan Ditengah Pandemi Covid-19

RADARBANDUNG.id, CIMAHI- Pemkot Cimahi menyarankan pasangan suami istri (Pasutri) untuk menunda kehamilan di tengah wabah Covid-19.

Penundaan kehamilan dinilai penting guna mencegah risiko kerentananan terpapar virus tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, Rosi Desrita menganggap menunda kehamilan sangat penting saat ini untuk menjaga daya tahan tubuh istri agar tetap kuat.

“Kalau bisa tunda dulu kehamilan saat sekarang karena risikonya berat. Ketika kehamilan itu daya tahan tubuh menurun, itu yang harus dijaga,” imbuh Rosi seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Cimahi.

Rosi mengatakan, imbauan sudah disampaikan melalui kader kepada masyarakat. Meski tidak melakukan pertemuan langsung, informasi seputar dampak kehamilan disampaikan melalui WhatsApp Grup.

“Sampai saat ini alhamdulillah kader masih mantau. Walaupun tidak melakukan pertemuan rutin tapi by WA grup. Tetap ada informasi dampak covid terhadap kehamilan, segala macam,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan, meski tidak menerangkan angkanya namun tingkat kehamilan selama tiga bulan awal tahun 2020 justru menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tingkat kehamilan kita 3 (tiga) bulan ini justru menurun. datanya dari teman-teman di lapangan,” sebut Rosi.

Untuk menunda kehamilan, pasutri diarahkan mengikuti program Keluarga Berencana (KB). “Kita sarankan gunakan KB. 3 (tiga bulan awal) target penggunaakn KB sudah bagus dibandingkan tahun lalu,” imbuhnya.

Berdasarkan data sejak Januari hingga Maret, kepesertaan KB masih didominasi pengguna Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) atau KB aktif sebesar 67,94 persen.

Dari 54.687 Pasangan Usia Subur (PUS) yakni usia 15-49 yang ditargetkan tahun ini, capaian hingga tiga bulan awal sudah mencapai 73.065 pasangan yang menggunakan KB aktif (jangka pendek).

Rinciannya, jenis IUD sebanyak 19.558 pasangan, MOW sebanyak 2.794 pasangan, MOP sebanyak 197, Kondom sebanyak 1.728 pasangan, Implan sebanyak 874 pasangan, Suntik sebanyak 38.304 pasangan dan Pil sebanyak 9.610 pasangan.

(ysf/radarbandung.id)